Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Perumahan Berlabel Spesifik Masih Menjanjikan

27/06/2008
 
New Page 1 JAKARTA - Hunian dengan label spesifik, seperti konsep islami, masih prospektif dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Namun, perumahan kategori ini menjadi kurang potensial jika dikembangkan di wilayah yang luas dan di tengah masyarakat yang majemuk. "Pengembang masih bisa mendapat keuntungan jika membangun perumahan jenis ini. Namun, tentu saja hunian ini harus dibangun di lokasi yang tepat dan strategi pemasaran yang jitu," kata Dharma Setiawan Bachir, wakil ketua umum DPP REI Bidang Pertanahan, Hukum dan Perizinan, kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini. Lelaki yang akrab disapa Iwan ini menjelaskan, perumahan berlabel spesifik bisa ditawarkan kepada suatu komunitas yang memang memiliki kesamaan dalam keyakinan beragama. Oleh karena itu, dia mengingatkan, perumahan ini tidak bisa dikembangkan dalam lokasi yang luas dan di tengah beragamnya keyakinan beragama masyarakat. "Paling tidak hunian harus berkonsep cluster dan luas lahan sekitar 200 hektare," ujarnya. Iwan adalah salah satu pengembang perumahan Griya Islami di Kecamatan Kresek, Balaraja, Tangerang pada 1995, tetapi kini berganti nama menjadi Griya Citra Permai. Meskipun menguntungkan, ia tidak ingin label agama dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis, terutama bisnis properti. "Pasalnya, banyak sekali prosedur yang harus diperhatikan para pengembang untuk hunian seperti ini," katanya. Ia mencontohkan, salah satu variabel yang harus diperhatikan pengembang adalah deret perumahan yang harus menghadap kiblat, dilarang memelihara anjing, dan penataan lingkungan yang dianggap sesuai dengan ajaran Islam. "Bisnis ini sah-sah saja dan baik untuk dikembangkan, asalkan tindak-tanduk bisnisnya juga benar-benar mencerminkan konsep keislaman," ujar Iwan. Saat ini, sejumlah pengembang mulai melirik penggunaan label Islam untuk membangun properti mereka. Selain Griya Islami, perumahan yang mengusung konsep serupa adalah Telaga Sakinah di Bekasi (1996), Villa Ilhami di Karawaci, Tangerang, serta yang terbaru, Bukit Az Zikra di Sentul City, Bogor. Perumahan itu umumnya membidik pasar kelas menengah ke atas dengan menjual rumah seharga Rp 150 juta per unit untuk tipe terkecil (22/60 nr). "Komunitas muslim yang besar di Tanah Air tetap berpotensi mendatangkan keuntungan bagi pengembang yang mengusung konsep ini." ujar Iwan, (ely) .
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130