Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Presiden Minta Bunga KPR tak Tinggi, Realisasi Kredit BTN Sudah Rp 689 Miliar

09/03/2006
 
New Page 1 JAKARTA, (PR). Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta dunia perbankan yang memberikan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR) agar tidak mengenakan bunga tinggi kepada konsumennya. Dia mengingatkan kesejahteraan rakyat akan terwujud jika kebutuhan dasarnya, antara lain memiliki rumah terwujud. Presiden juga mengajak para pengembang anggota Real Estat Indonesia (REI) untuk membangun rumah sederhana dan sehat. "Jangan berhenti menyediakan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Mari kita bangun rumah yang manis dan indah," tegasnya saat meresmikan 102.696 unit RSH di Semarang, Rabu (8/3). Peresmian 102.696 unit RSH tersebut termasuk, program pembangunan 1 juta unit rumah yang dicanangkan pada 1 Januari 2004 dan diperkirakan rampung pada 2009. Peresmian juga berkaitan dengan HUT BTN 9 Februari 2006, HUT REI 11 Februari 2006, HUT KPR ke-30 10 Desember 2005 lalu. Presiden pada kesempatanitu menceritakan bahwa ia, istri dan kedua anaknya, pernah menempati rumah kecil selama 11 tahun, yaitu tipe 36 dan 70. Presiden menyatakan tetap merasa bahagia. "Selama 11 tahun saya duduki rumah yang kecil itu. Justru mendapat kebahagiaan," katanya. Yudhoyono menuturkan, dalam kurun waktu 1974-1979 ia dan keluarga menempatirumah di bawah tipe 36, yaitu di asrama tentara di daerah Dayeuhkolot, Bandung. Selama enam tahun, pada 1980-1986, keluarga kecil Susilo Bambang Yudhoyono tinggal di rumah-rumah tipe 70 di sekitar wilayah Bandung, yaitu di daerah Manggahang, Bale Endah serta di Gunung Pohong, Cimahi. Ia juga menuturkan pernah menjadi pelanggan Bank Tabungan Negara mengambil kredit kepemilikan rumah T-7O di daerah Bekasi, Jawa Barat. "Alhamdulillah lunas dalam waktu 10 tahun. Terima kasih BTN, terima kasih pengembang," kata Yudhoyono, ditimpali tepuk tangan dan senyum para undangan yang hadir. Di antara undangan yang hadir terlihat sejumlah pengembang, seperti Ciputra dan Enggartiasto Lukita. Namun, Yudhoyono tidak merinci bagaimana nasib selanjutnya rumah tipe 70 hasil cicilan 10 tahun itu, apakah tetap dimiliki, dihibahkan, dikontrakkan, atau sudah dijual. Kebahagiaan itu, kata Presiden, tidak dapat diukur dengan besarnya rumah. Yang paling penting baginya adalahhubungan dekat antara ayah, ibu dan anak serta hubungan dengan keluarga dan tetangga dekat, yang menurut Yudhoyono saat ini sudah mulai luntur di masyarakat. 'Ternyata interaksi-interaksi semacam itu, kasih sayang, kedekatan, caring and sharing (kepedulian dan saling berbagi-red), saya lihat mulai luntur di berbagai komunitas di tanah air," ujar Yudhoyono menyayangkan. Kredit BTN Sementara itu, Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi menyatakan pihaknya akan terus berusaha menunjukkan komitmennya dalam pembangunan perumahan nasional, termasuk memberikan fasilitas kredit kepada masyarakat umum. Hingga Februari 2006, BTN telah merealisasikan kredit Rp 689 miliar, sebesar Rp 273 miliar telah direalisasikan untuk 8.598 unit rumah sehat sederhana (RSH). Pada tahun lalu BTN berhasil melampaui target kredit, yakni Rp 5,7 triliun dari target Rp 4,08 triliun. Sedangkan untuk 2006 ini realisasi penyaluran kredit ditargetkan sebesar Rp 5,5 triliun. (Ant/SMcn/A-78)***  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130