Privatisasi Krakatau Steel dan BTN diusulkan kembali
Oleh M.Munir Haikal Bisnis Indonesia Jakarta : Kementerian BUMN mangajukan lagi rencana privatisasi dua BUMN pada tahun ini ke Komite Privatisasi yaitu PT Krakatau Steel dan PT Bank Tabungan Negara. Padahal, dari 15 BUMN yang direncanakan untuk di privatisasi
baru tiga perusahaan yang telah disetujui oleh Panja Privatisasi Komisi XI DPR yaitu PT Bank Negara Indonesia, Tbk, PT Wijaya Karya dan PT Jasa Marga. Menneg BUMN Sugiharto mengisyaratkan privatisasi tiga bUMN akan dilakukan secra bersamaan mengingat sektor
usaha masing-masing perseroan berbeda. “Sektor usaha BUMN yang akan dilepas berbeda, lihat saja sektor yang digarap Jasa Marga dengan BNI berbeda, sehingga mereka bisa saja masuk ke pasar modal pda semester I secara bersamaan. Namun kami juga melihat kondisi
yang terjadi di pasar karena banyak perusahaan swasta yang masuk,”ujarnya seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Senin malam pekan ini Dia mengatakan rencana privatisasi paket kedua yang terdiri dari BTN, BUMN jasa kontruksi, Kratakatau Steel
akan diajukan ke Komite Privatisasi dan dilanjutkan ke DPR.”Kami berharap bisa dilakukan pada tahun ini.” Sugiharto menargetkan perusahaan bisa masuk ke pasar dengan menggunakan laporan keuangan Desember. “Makin cepat makin baik karena kondisi pasar semakin
baik namun untuk BUMN yang telah disepakati harus memproses dulu penunjukkan penjamin pelaksana emisi.” Lima sekuritas PT Wijaya Karya telah mengundang lima perusahaan sekuritas di antaranya adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri
Sekuritas dan PT Danatama Makmur untuk mengikuti tender penjamin pelaksana emisi saham baru. Selain itu, Jasa Marga telah membuat daftar pendek tiga konsorsium calon penjamin emisi. Konsorsium pertama adalah Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, UBS Securities
Indonesia. Konsorsium kedua adalah kelompok BNI Securities, CIMB GK Securities Indonesia, Macquarie. Selanjutnya adalah konsorsium Bahana Securities, Credit Suisse, Deutsche Securities Indonesia, dan Citigroup. Hanya BNI yang belum jelas apakah menggunakan
penjamin pelaksana emisi yang lama atau menggelar tender ulang. Deputi Menneg BUMN bidang perbankan dan jasa Keuangan Parikesit Suprapto mengisyaratkan divestasi BNI dilakukan pada semester II dengan menggunakan laporan keuangan triwulan I 2006. Dia juga
memaparkan rencana penawaran saham perdana (Initial public Offering/IPO) BTN akan dibahas lagi oleh Komite Privatisasi. Seiring dengan langkah itu, BTN berencana membatalkan penerbitan obligasi sebesar Rp 1,5 trilyun.