Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Privatisasi Penting, IPO Langkah Tepat

13/08/2007
 
SEBAGAI bank penyedia kredit di sektor perumahan, PT Bank Tabungan Negara (Persero) atau BTN, punya kelemahan yang cukup fundamental, yaitu masih minimnya permodalan. Sampai Juni 2007, total aktiva yang dimiliki Bank BTN mencapai Rp 33,361 triliun. Masih diperlukan suntikan modal lagi agar Bank BTN semakin kuat. Selanjutnya, akan berdampak kepada pergerakan sektor riil kearah semakin positif. Menurut Anggota Komisi XI dari F-PG Melchias Markus Mekeng, Bank BTN merupakan bank yang masuk agenda privatisasi. Ketika Meneg BUMN dijabat Sugiharto, rencana privatisasi sudah disetujui DPR. Namun terbengkalai setelah adanya Meneg BUMN dipegang Sofyan Djalil. "Saya juga nggak tahu, kenapa privatisasi Bank BTN jadi terbengkalai. Padahal, itu sudah disetujui DPR dan sudah menjadi agenda priortas. Meneg BUMN lamban, kita akan pertanyakan itu," jelasnya. Menurut Melchi, sebutan akrabnya, privatisasi Bank BTN sangat penting dilakukan. Langkah privatisasi bisa beragam, tentunya disesuaikan dengan karakteristik perbankan. Selanjutnya, dia menyebut adanya penawaran saham perdana (initial public offering/lPO) sebagai langkah yang tepat. "Sebab, belum perseroan terbuka, privatisasi Bank BTN bisa dengan IPO. Itu yang kita tunggu sampai sekarang," tuturnya. Pandangan senada diungkapkan Anggota Komisi XI dari F-BR Diah Defawatie Ande. Dia sangat menyayangkan nasib IPO Bank BTN yang semakin tidak jelas. Padahal, antara pemerintah dan DPR sepakat untuk segera menambah permodalan Bank BTN. "Ini bisa jadi masalah. Tapi kita tunggu saja, apa setelah BNI selesai, giliran Bank BTN. Saya khawatir, waktunya sudah nggak cukup lagi. Bisa-bisa tahun depan. Kalau Bank BTN kehilangan momentum, pemerintah harus tanggung jawab," tandasnya. Sementara itu, analis Credit Lyonnais Securities Asia (CLSA) Mirza Adityaswara mengatakan, IPO Bank BTN sangat menguntungkan perseroan. Dengan IPO yang berarti sebagian saham dimiliki oleh publik atau masyarakat, maka perbaikan kinerja akan menjadi fokus perhatian dari pihak manajemen agar nilai saham BTN terus meningkat. "Investor saham pastinya akan mencari saham-saham yang bisa memberikan keuntungan bagi mereka. Investor juga akan selalu membandingkan saham BTN dengan saham saham lain," paparnya. Analis pasar dari Evergreen Capital Edwin Sebayang menambahkan, Bank BTN merupakan satu-satunya bank yang fokus menggarap pasar pembiayaan perumahan atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Di tengah menggeliatnya pasar properti, investor akan sangat menunggu penjualan saham perdana Bank BTN. "Melihat perkembangan pasar properti yang bagus, BTN punya daya tarik tersendiri bila nanti jadi IPO," tambahnya, (ipr)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130