Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Program KPR RSS 2003 Terancam Gagal

06/05/2003
 
Jakarta, Kompas - Program pembangunan rumah sederhana sehat (RSS) pola Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 2003 sebanyak 150.000 unit terancam gagal. Kondisi itu terjadi karena hanya Bank Tabungan Negara (BTN) yang menyediakan kredit konstruksi dan itu pun cuma sebanyak Rp 800 miliar dengan suku bunga kredit berkisar 19 persen-20 persen. Demikian Sekretaris Jenderal (Sekjen) Real Estat Indonesia (REI) Darma Setiawan Bachir di Jakarta, Senin (5/5). Dikatakan, pemerintah selalu meyakinkan belasan bank menyediakan kredit konstruksi. Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan, hanya BTN yang bersedia mengucurkan kredit tersebut. Menurut Bachir, biaya produksi rumah bersubsidi itu minimal Rp 10 juta. Untuk pembangunan 150.000 unit, dibutuhkan biaya sedikitnya Rp 150 triliun. Jumlah dana ini belum termasuk biaya pembangunan jalan, saluran air bersih, gedung sekolah, pasar, rumah ibadah, dan sebagainya. "Dengan kenyataan kredit konstruksi yang tersedia hanya Rp 800 miliar, maka dapat dipastikan program KPR RSS tahun 2003 terancam gagal. Mau bangun rumah kan harus pakai uang. Uang itu diperoleh dari kredit konstruksi," kata Bachir. Diingatkan, KPR dan kredit konstruksi merupakan dua hal yang saling melengkapi. KPR tanpa disertai kredit konstruksi otomatis pembangunan rumah tak berjalan. Begitu pula kalau tersedia kredit konstruksi tanpa KPR, rumah takkan laku terjual sebab konsumen yang berpenghasilan rendah tak mampu membeli tunai. Takkan gagal Direktur Perumahan dan Permukiman Depkimpraswil Agus Wijanarko yakin, KPR RSS takkan gagal. Alasannya, telah 14 bank yang bersedia mengucurkan dana KPR, termasuk kredit konstruksi. "Dengan antusiasme perbankan yang cukup tinggi itu, kami yakin takkan gagal," tegasnya. Ke-14 bank itu adalah BTN, Bank Artha Graha, Bank Yudha Bakti, Bank Persarikatan, Bank Kesejahteraan Ekonomi, Bank Danamon, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Timur, BPD Jawa Tengah, BPD DKI Jakarta, BPD Kalimantan Selatan, BPD Kalimantan Barat, BPD Kalimantan Timur, serta BPD Sumatera Selatan. Lalu akan disusul lagi BPD Jawa Barat, Bank BNI, dan BRI. (JAN)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130