Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Program Rumah Murah di Kalteng Terancam Gagal

27/06/2007
 
New Page 1 [PALANGKA RAYA] Pelaksanaan program rumah murah yang sedang digalakkan para pengembang di Kalimantan Tengah (Kalteng) terancam gagal. Kelangkaan kayu sebagai bahan baku menyebabkan gagalnya pembangunan ratusan rumah murah tersebar di provinsi yang masih kaya potensi sumber daya alam (SDA) hutan itu. Ketua Real Estat Indonesia (REI) Kalteng, Yohanes Pamudji, kepada SP, di Palangka Raya, Selasa (26/6) mengatakan, sebagian besar kegiatan pembuatan rumah murah oleh anggota REI kini di ambang kegagalan. Dikatakan, berdasarkan laporan, saat ini hampir 80 persen pengembang yang tergabung dalam REI, sebagian besar proyek di kota Palangka Raya, terhenti melaksanakan pembangunan rumah murah dan sederhana, akibat tidak mendapatkan bahan baku kayu. Pengembang anggota REI di provinsi ini, rata-rata membangun rumah murah dengan pola Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dari pemerintah. Khusus untuk rumah sederhana sehat (RSH) tipe 36 yang diprioritaskan bagi , PNS dan masyarakat berpenghasilan rendah. Target pembangunan  rumah murah,.yang akan dibangun tahun 2007, di wilayah kota Palangka Raya sebanyak 1.500 unit. Berdasarkan data BTN, baru dapat terealisasi sebanyak 272 unit atau sekitar 18 persen saja. Secara umum permintaan rumah, tambahnya, terutama rumah sederhana sangat tinggi. Tanah yang tersedia juga cukup luas. Hanya saja bahan baku kayu untuk pembuatan kerangka rumah mengalami kesulitan hingga sejumlah rumah tidak bisa diselesaikan, Kondisi ini sangat dilematis bagi masyarakat. Secara umum kawasan hutan masih sangat luas. Tapi kayu untuk kepentingan masyarakat sangat langka akibat penertiban industri pengolahan kayu yang dilakukan aparat tanpa diikuti jalan keluar yang jelas, katanya. Toseng Asang, pengusaha jasa konstruksi di Palangka Raya mengatakan, akibat kelangkaan kayu juga, sangat mengancam rencana rehabilitasi berbagai bangunan yang direncanakan tahun 2007,' termasuk bangunan gedung" sekolah dasar (SD) yang sudah tidak layak pakai lagi untuk kegiatan belajar. Rehabilitasi SD terancam gagal akibat tidak mendapat bahan'baku kayu itu justru berada di sekitar tengah hutan. Tetapi tidak ada yang berani melakukan penebangan kayu untuk bahan bangunan kepentingan masyarakat setempat akibat ketakutan kena razia penertiban sehingga bisa dianggapsebagai pelaku pembalakan liar. [106]  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130