Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


REI Desak Bentuk Tabungan Nasional

08/12/2005
 
JAKARTA, KOMPAS - DPP Real Estate Indonesia mendesak pemerintah segera merealisasikan pembentukan Tabungan Perumahan Nasional. Alasannya, kehadiran lembaga itu diyakini dapat mempercepat proses pembangunan perumahan sederhana sehat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Harus diakui, pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah belum terfokus dan tidak optimal. Kendala utama adalah keterbatasan biaya. Dengan tabungan perumahan itu, diharapkan kendala tersebut dapat teratasi sehingga mempercepat proses pembangunan perumahan bersubsidi menjadi lebih lancar, dan maksimum," kata Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Lukman Purnomosidi di Jakarta, Selasa (6/12). Tabungan Perumahan Nasional tersebut, menurut Lukman, dapat terbentuk dari penggabungan Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) yang menangani pegawai negeri sipil (PNS), Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang mengurusi perumahan pekerja, dan Yayasan Kesejahteraan Perumahan Prajurit (YKPP). Dengan penggabungan itu, eksistensi lembaga tabungan jadi lebih kuat dengan didukung sebuah sistem penanganan pengadaan rumah yang lebih profesional. "Selama' ini, ketiga lembaga itu punya sistem yang berbeda sehingga hasilnya pun tidak optimal. Apabila ketiga lembaga itu dikelola dalam satu atap, saya jamin pembangunan perumahan nasional bagi masyarakat berpenghasilan rendah akan sukses," jelas Lukman. Janji pembentukan Tabungan Perumahan Nasional disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat tatap muka dengan peserta Rapat Kerja Nasional REI dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman (Apersi) di Istana Negara pekan lalu. Pada saat yang sama Presiden kembali menyatakan sikapnya yang tidak setuju dengan rencana penggabungan Bank Tabungan Negara (BTN) ke dalam bank pemerintah lainnya. Alasannya, pembangunan perumahan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah membutuhkan dukungan perbankan yang fokus pada sektor tersebut. "Dengan pertimbangan seperti itu, maka Presiden Yudhoyono telah berjanji kepada para anggota REI dan Apersi takkan merelakan penggabungan bank BTN dengan bank lain seperti didesas-desuskan selama ini. Janji Presiden itu tetap kita pegang setiap saat, serta akan ditagih manakala mulai melenceng dari jalur," kata Lukman.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130