Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


REI Madura Targetkan 5.000 Unit RSH

27/12/2006
 
New Page 1 SURABAYA-Pengembang yang tergabung dalam Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Madura akan membangun 5.000 unit rumah sederhana sehat (RSH) pada 2007 untuk memenuhi kebutuhan pegawai negeri sipil (PNS). Untuk membiayai proyek tersebut, REI Madura mendapatkan kucuran pinjaman konstruksi dari PT Bank Tabungan Negara (BTN) lebih dari Rp 120 miliar. "BTN mengucurkan pinjaman konstruksi sebesar Rp 30-40 miliar per kabupaten dari empat kabupaten yang ada di Madura," ujar Ketua DPD REI Komisariat Madura Sugianto di sela diskusi 'Prospek Bisnis Perumahan di Madura' di Surabaya, akhir pekan lalu. Ia menambahkan, kebutuhan RSH di Madura cukup besar . karena banyak keluarga yang belum 'memiliki rumah. Sugianto menyebutkan, pada 2006, dari kebutuhan RSH di Kabupaten Sumenep sebesar 1.050 unit hanya bisa dibangun 650 unit dan di Kabupaten Sampang, dari 850 unit yang dibutuhkan hanya terbangun 200 unit RSH. Sementara itu, dari kebutuhan 1.050 unit RSH di Kabupaten Bangkalan dan 1.500 unit di Kabupaten Pamekasan, tidak ada realisasi sama sekali. "Hingga akhir 2006, realisasi RSH di Madura sekitar 1.500 unit RSH. Dengan adanya pinjaman konstruksi dari BTN, tahun depan kami optimistis bisa membangun 5.000 RSH sesuai kebutuhan," kata dia. Meski begitu, menurut Sugianto, pengembangan RSH di Madura terkendala perizinan dan pemasangan sambungan listrik. Untuk itu, REI Madura mengusulkan kepada pemerintah daerah agar memudahkan dan meringankan" proses perizinan. Sugianto menjelaskan, untuk membangun RSH, pengembang perlu mendapatkan insentif karena keuntungan yang didapat febih kecil dibanding rumah jenis lain. Pembebasan biaya izin mendirikan bangunan (IMB) misalnya, kata dia, dapat merangsang pengembang untuk membangun RSH. "Saat ini, pengembang yang membangun proyek perumahan di Madura sekitar 11 pengembang, enam pengembang merupakan asli dari Madura, sisanya lima pengembang dari luar Madura seperti Surabaya dan sekitarnya," jelas dia. Tentang prospek properti di Madura, menurut Sugianto cukup besar, terlebih bila pembangunan jembatan Surabaya Madura (Suramadu) sudah tuntas. Rencana pembangunan Otorita Madura juga akan menggairahkan sektor industri dan mendatangkan banyak tenaga kerja. Ini artinya kebutuhan rumah akan bertambah, mulai skala RSH, sedang, sampai rumah mewah,  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130