Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


REI minta penjualan RSH tak dikenai pajak penjualan

07/07/2005
 
BANDUNG (Bisnis):REI Jabar meminta Ditjen Pajak tidak mengenakan PPn 10% atas penjualan rumah sehat sederhana (RSH) berkaitan dengan kenaikan harga jual dari Rp36 juta menjadi Rp42 juta per untinya. Ketua Bidang Perbankan dan pajak Real Estat Indonesia (REI) Jabar, Yuyun Yudhiana, mengatakan pemberlakuan PPn 10% atas RSH akibat kenaikan harga tersebut bisa menurunkan minat beli rumah dari masyarakat. “Bila PPn 10%itu dikenakan, maka harga jual mencapai Rp46 juta, sehingga akan memberatkan konsumen RSH. Sebab semua itu nantinya dibebankan kepada pembeli,” katanya di Bandung, kemarin. Untuk itu, pihaknya akan segera mendatangi kantor pajak setempat agar RSH harganya seperti kondisi sebelumnya, walaupun dari segi nilai terjadi kenaikan harga jual RSH per unitnya akibat kenaikan harga bahan bangunan. Kekhawatiran timbulnya PPn atas transaksi rumah sehat sederhana tersebut, kata dia, karena rumah yang dijual di atas harga Rp36juta akan terkena PPn, sementara pada waktu harga bahan bangunan belum naik harga jual RSH itu masih Rp36 juta. Bila mengacu pada aturan pemerintah, kata dia, maka pengembang menjual RSH diatas harga RP36 juta, sehingga kemungkinan besar penjualan RSH terkena PPn dan ini menimbulkan kekhawatiran pengembang. Terlebih lagi, kata dia, disejumlah wilayah ada pemerintah daerah yang tetap menerapkan bea penjualan hak tanah dan bangunan (BPHTB) untuk rumah di atas Rp20 juta, bukan diatas Rp36 juta sehingga RSH tersebut terus terbebani dengan berbagai biaya. Dengan demikian, kata dia, harga RSH bisa menjadi sulit terjangkau masyarakat menengah bawah dan ini akan menghambat program pembangunan satu juta unit rumah yang dicanangkan pemerintah. “Malah sering di lapangan para pengembang menombok pembayaran BPHTB karena konsumen tidak mau membayarnya, sementara notaris juga tidak mau menandatangani akta jual beli apabila BPHTB tidak dibayar. Apalagi kalau ditambah PPn, bisa-bisa RSH menjadi mahal bagi konsumen menengah bawah,” katanya.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130