Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


REITS bisa cegah pelarian modal di properti

02/03/2006
 
New Page 1 JAKARTA: Pembentukan Real Estate Investment Trust (REITs) di Indonesia diyakini mampu menekan risiko fluktuasi harga jual dan sewa properti dan mencegah pelarian modal ke luar negeri. Untuk itu, perlu keseriusan stakeholder industri properti untuk mewujudkan rencana pembentukan perusahaan property trust tersebut. Hal itu, dikemukakan Budhi S. Gozali, Wakil Direktur Coldwell Banker Indonesia, terkait dengan rencana DPP Realestat Indonesia (REI) untuk mendorong terbentuknya REITs di Indonesia. Menurut dia, risiko fluktuasi harga dan pelarian modal di industri properti nasional cukup besar sehingga perlu mengadopsi pengembangan REITs agar bisa menurunkanintensitas kedua hal tersebut. Di samping itu, lanjutnya, media pasar dana itu juga memiliki manfaat untuk meningkatkan frekuensi dan volume perdagangan aset properti dalam bentuk pengelolaan pasarsekunder. "Jadi ada banyak manfaat yang didapatkan dengan pembentukan REITs yang dinilai sangat sesuai dengan kondisi industri properti na, sional saat ini," "katanya, kemarin. Dia menjelaskan pola kerja dari institusi itu adalah menjadikan minimal 90% dari keuntungannya akan didistribusikan kepada pemegang saham sehingga sangat menarik bagi pemodal untuk ikut dalam sistem industri tersebut. Budhi menilai dengan pola distribusi keuntungan inilah bisa dicegah larinya modal keluar negeri karena dengan berinvestasi di REITs menjanjikan tingkat keunturigan yang lebih maksimal. Hanya saja, lanjut dia, pembentukan institusi itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini karena pemerintah belum memiliki peraturan soal tersebut. Dan lagi, tuturnya, implementasinya membutuhkan sosialisasi secara intesif kepada masyarakat agar bisa memahami jenis investasi sejenis tersebut. Pasar dana Sementara itu, REI mendesain pembentukan REITs sebagai pasar dana bagi pengembangan properti komersial kelas menengah atas dan SMF (secondary mortgage facility) yang telah beroperasi untuk kebutuhan perumahan rakyat atau kelas menengah ke bawah. Dalam hal ini, dalam, pandangan Ketua Umum REI Lukman Purnomosidi, walaupun desain kedua antara SMF dan REITs sudah dikelompokkan, namun tetap saja keduanya bisa bergerak secara bebas sesuai dengan pasar yang diinginkan keduanya. Selain itu, Wakil Direktur Coldwell Banker Indonesia mengatakan aliansi antara SMF dan Bank BTN sangat strategis dan efektif dalam menggerakkan sektor perumahan menengah ke bawah yang selama ini dikembangkan bank tersebut. Apalagi, tuturnya, SMF segera akan melakukan seleksi pelaksana (arranger) bagi pembelian portofolio KPR (kredit pemilikan rumah) BTN yang nilainya diperkirakan mencapai Rp500 miliar.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130