Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


RSH Tak Terganggu Kegagalan IPO BTN

15/02/2007
 
Jakarta-Kredit pembiayaan untuk program penyediaan hunian murah bagi kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MER) seperti Rumah Sederhana Sehat (RSh) dan Rumah Susun (Rusun) tidak akan terganggu oleh gagalnya rencana penjualan saham Bank Tabungan Negara ke publik. Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Kodradi menegaskan program kerja BTN dalam mengucurkan kredit pemilikan rumah (KPR) tidak terganggu oleh penundaan rencana penjualan saham BTN oleh pemerintah. Menurut Kodradi, tahun ini BTN akan mengucurkan KPR untuk perumahan sebesar Rp 2,8 triliun dan untuk program rumah susun sebesar Rp 1 triliun. "Total kredit yang akan dikucurkan sebesar Rp 7,8 triliun" katanya kepada wartawan di gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/2). Kodradi menyebut, bagi BTN bukan IPO yang menjadi hal penting, tapi bagaimana BTN mendapat dana untuk memperkuat struktur permodalan. "IPO atau tidak itu terserah pemerintah sebagai pemilik BTN" katanya. Dia menjelaskan, bisa saja BTN mencari dana lewat penjualan obligasi, tapi keputusan untuk mencari dana lewat obligasi pun terserah kepada pemerintah. Menurut Kodradi dana yang ingin dicari lewat IPO atau obligasi sekitar Rp 1,5 triliun. Dana itu termasuk bagian dalam rencana dana yang akan dikucurkan BTN tahun 2007 sebesar Rp 7,84 triliun. "Setiap tambahan modal sebesar Rp 1 triliun membuat BTN mampu mengucurkan KPR sebesar Rp20 triliun," tandasnya. Tahun 2007, papar Kodradi, BTN merencanakan membiayai KPR untuk 110 ribu unit Rsh. Selain itu, BTN juga siap mengucurkan kredit untuk 20 tower rusun. Kodradi menyebut, rencana IPO BTN sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Oleh sebab itu BTN sangat siap go public. Sebagai bukti, papar Kodradi, kinerja BTN terus membaik dengan angka LDR yang lebih tinggi dibanding bank lain. Disamping itu, pertumbuhan' kredit BTN juga mencapai 17 persen lebih. "Itu sebabnya tahun ini kredit yang akan dikucurkan kita tingkatkan sekitar 36 persen," jelasnya. Sementara itu, Parikesit Suprapto, Deputy Menneg BUMN bidang Perbankan dan Jasa Keuangan menyebutkan, pembatalan pelaksanaan IPO BTN karena Komite Privatisasi menilai kemampuan BTN dalam menyalurkan KPR bisa ditingkatkan lewat obligasi saja. Dalam kesempatan itu, Kodradi juga mengungkap, para debitor BTN yang rumahnya terkena banjir diperbolehkan menunda pembayaran hingga 3 bulan. "BTN akan memberi penundaan pembayaran selama 3 bulan," tuturnya. Menurut Kodradi, keringanan itu berlaku untuk debitor yang berlokasi di Bekasi dan Tangerang yang menjadi korban banjir. "Ada 53.000 debitor yang jadi korban, nilainya Rp 944 miliar," ujarnya.* Kamsari NERACA  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130