Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


RUMAH SEDERHANA SEHAT

17/03/2006
 
New Page 1 Harga Murah, Daya Beli Tetap Rendah'Masihbanyakanggotamasyarakatyangmemelesetkan RSS denganistilah rumahsusahsanggama,rumah sulitselonjor, dansebagainya.' SEBANYAK 102.335 rumah sederhana sehat (RSh) telah terbangun, sebagian di antaranya telah berpenghuni. Namun banyak anggota masyarakat yang menganggap cita-cita punyaju'mah sendiri sebagai 'mimpi' yang entah kapan bisa terwujud, karena daya ' belinya memang rendah. Ada memang pengembang seperti halnya PT Ajisaka yang membangun RSh di kawasan Desa Meteseh, Tembalang, Semarang, dan menjualnya ke konsumen dengan harga yang 'relatif murah. Tapi toh banyak yang tidak sanggup membeli. Dibangun di lereng bukit yang berlokasi di Semarang bagian timur, RSh produk PT Ajisaka ada yang berharga Rp28 juta (tipe Melati dengan luas bangunan 21 meter persegi dan luas tanah 60 meter persegi); tipe Cempaka (29/72) seharga Rp33 juta; dan Asoka (36/84) seharga Rp42 juta. Namun buat mereka yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), hargaitu masihlah berat. Kenyataan itu diakui Direktur Utama PT Ajisaka Sudjadi. "Permasalahan utama masyarakat dalam pemilikan rumah adalah rendahnya daya beli," katanya. . Namun, tambahnya, faktor psikologi masyarakat juga jadi pendorong orang tak sudi memiliki RSh. Menurut dia, masih banyak anggota masyarakat yang memelesetkan RSS (rumah sangat sederhana) dengan istilah rumah susah sanggama, rumah sulit selonjor, dan sebagainya. Apa pun istilahnya, "Komitmen kami adalah membangun rumah untuk masyarakat sebanyak-banyaknya. Untuk itulah kami menawarkan harga rumah yang sesuai dengan ketentuan pemerintah dalam harga jual RSh," katanya. Harga jual yang dimaksud Sudjadi, ya itu tadi, Rp28 juta-Rp42 juta. Berbeda dengan RSh lain, proyek perumahan yang dibangun PT Ajisaka ditujukan untuk para PNS, anggota TNI dan Polri, serta karyawan anggota Jamsostek. Rumah-rumah yang akan dibangunpengembang ini berjumlah 4.000 unit di atas lahan seluas 60 hektare. Sudjadi bahkan berani mengundang siapa pun untuk membeli rumah-rumah yang ada di sini. "Jika merasa mahal atau merasa rugi, kami akan beli kembali," katanya. Beruntung dalam merealisasikan proyek sejuta rumah, BTN tidak ketinggalan ikut menyalurkan KPRnya. Seperti yang diungkapkan Dirut Bank BTN Kodradi, BTN tetap mendukung setiap program perumahan nasional .Dia menjelaskan, sampai dengan Februari 2006, BTN telah merealisasikan kredit sebesar Rp689 miliar. Dari jumlah itu, katanya, Rp273 miliar di antaranya direalisasikan untuk mendukung proyek RSh sebanyak 8.598 unit. Selebihnya, tambah Kodradi, disalurkan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) di luar RSh atau KPR dengan tingkat bunga pasar sebesar Rp215 miliar guna merealisasikan pembangunan rumah sebanyak 4.519 unit. Sisanya lagi untuk membiayai kredit non KPR. (Gty/S-2)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130