Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


RUU Bank Syariah Sangat Mendesak

17/04/2006
 
New Page 1 Cempaka Putih, Warta Kota - Sebuah seminar mendesak DPR segera membahas Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Bank Syariah yang disampaikan Bank Indonesia (BI), beberapa waktu lalu. Payung hukum yang kokoh diperlukan untuk mempercepat perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Pada sisi lain, pemerintah juga diminta untuk membentuk bank BUMN khusus syariah. Jika RUU dapat digodok menjadi undang-undang, maka unit syariah pada bank konvensional dimungkinkan menjadi badan usaha tersendiri, kata Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Yarsi, Nurul Huda, SE, MM, Msi, usai seminar "Perkembangan Lembaga Keuangan Syariah" di Aula Kampus Yarsi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (13/4). Dalam seminar itu tampil sebagai pembicara Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Muhammad Syakir Sula dan Wahyu Dwi Agung, Ketua Bank Syariah Indonesia (Asbisindo). Menurut Nurul, perkembangan bank syariah dalam lima tahun terakhir mengalami booming, meningkat pesat. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah bank syariah yang beroperasi. Hingga kini sudah terdapat tiga bank umum .syariah serta 20 unit syariah di bank-bank konvensional, seperti, Bank Syariah Mandiri; BNI; BTN; BRI dan HSBC. Selain itu, juga telah beroperasi syariah office channeling. Selain itu, perbankan syariah juga berkembang sangat sehat. Indikasinya terlihat jelas dari Loan Deposit Rasio (LDR) dan tingkatpembiayaan bermasalah. Menurut Nurul, pada posisi Februari 2006, LDR bank-bank syariah sudah mencapai di atas 100 persen. Artinya, semua dana masyarakat yang berhasil dihimpun telah disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan, terutama kepada usaha menengah kecil. Hal lain, pembiayaan bermasalah atau pada bank konvensional dikenal dengan istilah kredit bermasalah terlihat kecil atau di bawah lima persen. Sedangkan pada bank-bank konvensional, kredit bermasalahnya rata-rata di atas tujuh persen. Tapi Nurul mengakui aset bank-bank syariah masih kecil. Saat ini hanya 1,5 persen dibandingkan dengan total aset bank konvensional di Indonesia. Makanya untuk mendukung perkembangan bank-bank syariah diperlukan Undang-undang Bank Syariah. Maksudnya, agar bank-bank syariah dapat bergerak lebih lincah. "Saat ini, di bawah Undang-undang Nomor 10 tahun 1998, ruang gerak bank syariah masih terbatas," ujar Nurul. Pada bagian lain, Nurul menyatakan bahwa untuk mengantisipasi perkembangan pesat di masa mendatang, perlu disiapkan tenaga-tenaga profesional untuk bank-bank syariah. Maka dari itu FE Universitas Yarsi memberi perhatian khusus guna mengisi kebutuhan tersebut. "Sekitar 30 persen kurikulum kami sudah berisi tentang ekonomi syariah. Kami berharap nantinya mereka bisa mengisi kesempatan yang terbuka pada lembaga keuangan syariah tersebut," ungkap Nurul.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130