Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Realisasi KPR Bersubsidi 33,8%

05/09/2006
 
New Page 1 JAKARTA -- Permintaan obligasi PT Bank Tabungan Negara (BTN) senilai Rpl triliun mencapai 1,3 kali karena direspons positif oleh pemodal. BTN menutup penjualan surat utang itu dengan tingkat imbal hasil (yield) 12,75%. Penerimaan dana dari penerbitan obligasi itu, membuat BTN menargetkan peningkatan ekspansi kredit dari semula diperkirakan Rp5,7 triliun menjadi Rp6 triliun pada tahun ini. Direktur Keuangan BTN Iqbal Latanro mengatakan penawaran obligasi bank BUMN itu mengalami kelebihan permintaan sebesar 1,3 kali. "Pasar merespons positif terhadap penawaran obligasi BTN. Sejak adanya penjualan surat utang negara (SUN) di pasar, kelebihan penawaran obligasi biasanya hanya sedikit," ujarnya kepada Bisnis, Jumat pekan lalu. Berdasarkan data Himpunan Pedagang Surat Utang Negara (Himdasun) Jumat pekan lalu, tingkat imbal hasil untuk obligasi pemerintah berbunga 10,75% yang jatuh tempo pada 15 Mei 2016 menurun 0,075 basis poin menjadi 11,577%. Dia menjelaskan dana dari penerbitan obligasi tersebut sudah bisa diterima oleh BTN pada akhir bulan ini, sehingga bisa mendukung ekspansi kredit bank BUMN tersebut. "Hari ini [Jumat pekan lalu], kami sudah menandatangani perjanjian penjaminan sekaligus pendaftaran kedua ke Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam & LK)." Iqbal menjelaskan melalui penerbitan obligasi ini, BTN dapat memperbaiki struktur pendanaan yang mendukung kredit properti yang berjangka panjang. PT Standard Chartered Securities Indonesia dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini. Realisasi kredit Realisasi kredit BTN sampai 11 Agustus 2006 mencapai Rp3,4 triliun, sekitar 62% dari target kredit 2006 yang sebesar. Rp5,7 triliun. Sementara itu, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga pada Juni 2006 mencapai 81,47%. Iqbal menjelaskan target ekspansi kredit ini dinaikkan dari semula Rp5,7 triliun menjadi Rp6 triliun. "Penurunan suku bunga ini membuat banyak nasabah yang mulai memanfaatkan fasilitas kredit properti. Permintaan kredit terlihat meningkat." Masa penawaran obligasi XII ditetapkan pada 15 Agustus-29 Agustus dan diprediksi mendapatkan pernyataan efektif pada 14 September. Pencatatan di Bursa Efek Surabaya (BES) direncanakan berlangsung 27 September 2006. BTN pada tahun depan berencana emisi obligasi Rpl triliun sekaligus melepas saham ke publik melalui penawaran umum perdana (initial public offering/lPO) untuk meraup dana Rp2 triliun. Iqbal menjelaskan perseroan membuka kemungkinan menaikkan jumlah obligasi yang diterbitkan apabila kondisi pasar memungkinkan percepatan ekspansi kredit. "Rencana penerbitan obligasi sebesar Rpl triliun pada tahun depan sudah masuk dalam rencana kerja 2007. Namun, kalau kondisi pasar memungkinkan kami akan menambah penerbitan obligasi dan akan kami mintakan persetujuan dari pemegang saham."
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130