Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Realisasi KPR Bersubsidi BTN Masih Tinggi

Sumber: Suara Karya
12/08/2010
Nilai kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dari Bank Tabungan Negara (BTN) tetap tinggi meski belum menggunakan skema fasilitas likuiditas (FL). Apalagi pemanfaatan FL masih menunggu petunjuk pelaksana dari pemerintah. Pertumbuhan KPR BTN dari Juni 2009 hingga Juni 2010 tumbuh sebesar 30 persen.
 
Nilai kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dari Bank Tabungan Negara (BTN) tetap tinggi meski belum menggunakan skema fasilitas likuiditas (FL). Apalagi pemanfaatan FL masih menunggu petunjuk pelaksana dari pemerintah. Pertumbuhan KPR BTN dari Juni 2009 hingga Juni 2010 tumbuh sebesar 30 persen.
"Kami belum menggunakan skim baru KPR, karena belum ada petunjuk pelaksanaannya. Tapi dengan pola lama, kucuran KPR BTN tetap tinggi," kata Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah kepada wartawan di sela diskusi panel bertajuk Efel Beragun Aset KPR BTN ke-3 2010 di Jakarta, Selasa (10/8).
Menurut Evi, BTN siap mengucurkan KPR bersubsidi atau dengan pola baru yang mengusung pembiayaan perumahan berupa FL. Namun BTN masih menunggu turunnya petunjuk teknis (Juknis) dari pemerintah. Saat ini sekitar 50.00 hingga 60.000 unit rumah yang dibiayai dengan skim KPR bersubsidi lama. Namun semuanya masih KPR untuk rupah tapak.
Sedangkan untuk rumah susun, lanjut Evi, belum ada yang direalisasikan, karena masih menunggu petunjuk teknis. Meski daftar tunggunya sudah sangat banyak, pada prinsipnya BTN siap mengucurkan KPR dengan fasilitas likuiditas. "Kalau memang bisa disampaikan, maka cepat kita uraikan," ujarnya.
Di sisi lain, BTN sudah melepas obligasi sebesar Rp 1,6 triliun dengan tenor selama 10 tahun. Dana ini nantinya akan digabungkan dengan dana FL. "Kalau pemerintah menyediakan Rp 2,6 triliun, berarti dana tambahan untuk FL sekitar 30 persen atau cuma Rp 800 miliar. Dana ini harus kita siapkan," ucap Evi.
Evi menambahkan, bagi BTN, tertundanya penerapan FL tidak mengganggu pertumbuhan kredit, karena pertumbuhannya masih tetap tinggi. Hanya saja target program penyediaan hunian pemerintah bisa terganggu.
Tahun ini, pemerintah memang memasang target penyediaan rumah sederhana sehat (RSh) sebanyak 150.000 unit dan 30.000 unit rumah susun sederhana milik (rusunami). Biasanya penyaluran KPR bersubsidi BTN mencapai 97 persen dari total target penyediaan RSH dan rusunami.
Belum adanya petunjuk teknis penyaluran, dikhawatirkan akan mengganggu kucuran fasilitas likuiditas. Alasannya penyaluran FL untuk 30.000 rusunami dalam 4 bulan yang tersisa pada tahun ini, maka akan sangat sulit direalisasikan sesuai target. Ini karena penyaluran FL membutuhkan proses. Sebagai contoh, proses administrasi dan verifikasi untuk penyaluran FL satu menara rusunami atau sekitar 500-600 unit ruang, ternyata butuh waktu sekitar 2 minggu. Dengan waktu yang tersisa 4 bulan atau 16 minggu tahun 2010 ini, maka kemungkinan hanya sebanyak 10.000 unit rusunami saja yang bisa mendapat bantuan fasilitas likuiditas.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130