Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Realisasi KPR FLPP Baru Rp. 500 Miliar

Sumber: Investor Daily, 25 Maret 2011
04/04/2011
Realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) melalui pola fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) hingga akhir Februari 2011 diperkirakan mencapai Rp 500 miliar. Nilai itu untuk sekitar 10.400 unit rumah sejahtera.

 
Realisasi kredit pemilikan rumah (KPR) melalui pola fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) hingga akhir Februari 2011 diperkirakan mencapai Rp 500 miliar. Nilai itu untuk sekitar 10.400 unit rumah sejahtera.

"Hingga akhir Februari lalu sekitar 10.400-an unit rumah sudah mendapatkan KPR dari program FLPP. Nilainya sekitar Rp 500 miliar," ujar Direktur BTN Purwadi di sela seminar nasional MendorongPeran Daerah dalam Pembangunan Perumahan Rakyat di Jakarta, baru-baru ini.

Realisasi KPR tersebut, kata dia, lebih banyak tersalur untuk wilayah-wilayah di sekitar Jakarta, yaitu Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Nilai yang disalurkan di daerah-daerah itu sekitar 60% atau mencapai Rp 300 miliar untuk 6.240 unit rumah. Adapun sisanya sebanyak Rp 200 miliar tersalur untuk 4.160 unit rumah. "Ini tersebar di daerah Batam, Surabaya, dan Banjarmasin," ucap dia.

Menurut Purwadi, realisasi KPR melalui FLPP masih bisa lebih tinggi. Namun, hal tersebut tak bisa dicapai karena terkendala oleh peralihan pemungutan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dari pusat ke daerah yang mulai diberlakukan awal tahun 2011. "Saat itu notaris tidak berani melakukan akad jual beli karena adanya peralihan itu. Tetapi, sekarang transaksi sudah dapat berjalan," lanjutnya.

Dia menambahkan, potensi pertumbuhan KPR di Indonesia masih sangat besar, lantaran kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) dari segmen kelas menengah hanya 2% dibanding dengan negara-negara lain.

Sementara itu, PDB per kapita dan kelas menengah Indonesia terus bertumbuh, sehingga mendongkrak pasar perumahan Indonesia. Lagi pula hal tersebut juga didukung oleh kondisi ekonomi makro yang stabil dan suku bunga rendah.

Berdasarkan hasil survei kredit properti Bank Indonesia (BI) yang berasal dari perbankan menembus hingga Rp 249,7 triliun sepanjang triwulan IV-2010. Kredit propeti tersebut memiliki pangsa sebesar 14,33% dari total outstanding kredit bank umum yang ber-jumlah. Rp 1.743,1 triliun.

Kredit properti tersebut meningkat sekitar 9,87% dibanding kuartel III-2010. Peningkatan itu dipacu oleh ekspansi kredit real estat sebesar 15,97% secara quarter to quarter (q to q). "Diikuti dengan pertumbuhan kredit KPR/KPA sebesar 13,56%, dengan pangsa pasar tertinggi mencapai 57,41%," tulis hasil survei BI itu.

Survei itu mencatatkan bahwa kredit konstruksi mengalami penurunan 0,77% dibanding kuartal sebelumnya. Adapun kredit ini memiliki pangsa pasar sekitar 25,44% dan kredit real estat sebesar 15,22%.

Sementara itu, survei mengenai harga properti residen dial yang juga dirilis BI sebelumnya menunjukkan fasilitas KPR tetap menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti. Tingkat bunga KPR yang di berikan perbankan umumnya berkisar antara 9-12%. (can)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130