Realisasi KPR baru 34%
BISNIS INDONESIA JAKARTA: Hingga pertengahan September 2005, realisasi penerbitan KPR bersubdisi baru mencapai 37.971 unit rumah sehat sederahana (RSH) atau 34% dari 111.443 unit yang direncanakan dan telah disepakati 30 bank pelaksana. Muhammad Yusuf Asy'ari,
Menpera, mengatakan angka ini masih sangat kecil, jika dibandingkan dengan komitmen awal pihak perbankan untuk ikut berpatisipasi membangun RSH melalui penerbitan KPR bersubsidi. Hal ini, karena dari 30 bank yang menyatakan kesanggupannya, hanya BTN yang mengoptimalkan
kemampuannya. "Hanya beberapa bank yangmerealisasikan kesanggupannya mendukung KPR bersubsidi untuk RSH," ujarnya pada acara Penjelasan Kebijakan Pembiayaan Perumahan Kepada Kalangan Perbankan, kemarin. Untuk ke depan, dia berharap dengan banyaknya revisi
regulasi KPR, termasuk dibentuknya SMF sebagai lembaga penjamin dana sekunder untuk pembiayaan perumahan, dana yang disalurkan perbankan untuk RSH semakin tinggi. Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembiayaan Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan
Rakyat, Iskandar Saleh merincikan realisasi penerbitan KPR bersubsidi sampai 16 September 2005 al BTN sebanyak 37.260unit, BNI 266 unit, Bank DKI 81 unit, BPD Kaltim 200 unit, BPD NTB 54 unit. Sementara itu, rencana Jakarta menjadi kawasan megapolitan tak
cukup menjadi rumusan DKI saja, tapi nasional karena Jakarta merupakan ibukota negara. "Isu-isu keterbatasan lahan, pengembangan SDM, transformasi ke dalam masyarakat industri dan informasi serta peningkatan kualitas lingkungan perlu ditanggapi dan dijadikan
landasan perumusan kebijakan pembangunan," kata Mohammad Danisworo dari Pusat Studi Urban Desain, ITB dalam makalahnya yang disampaikan dalam diskusi panel Musda REI DKI Jakarta kemarin.