Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Roadshow Ke Hongkong Dan Singapura Investor Asing Tunggu Saham Perdana BTN

10/07/2008
 
New Page 1 Hasil tes pasar yang dilakukan manajemen Bank BTN ke sejumlah negara cukup menggembirakan. Investor asing cukup antusias menunggu pelepasan saham perdana (IPO) BTN. Meski begitu, rencana IPO BTN masih menunggu waktu yang tepat. "KAMI baru melakukan non-deal roadshow kepada 14 investor di Hongkong dan Singapura. Mereka menyambut positif rencana IPO ini," kata Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro BTN usai penekenan kerjasama BTN dengan Yayasan Nurani Dunia untuk rehabilitasi gempa Jawa Tengah. Menurut Iqbal, investor asing tertarik dengan BTN karena bank ini punya segmen pasar luas, demand banyak. Selain itu, kinerjanya cukup mengkilap dilihat dah non performing loans 3,8 persen. Selain mengenalkan BTN ke investor asing, Iqbal mengatakan pihaknya juga akan menjajal pasar domestik. Di antaranya, roadshow ke Jamsostek, Taspen dan stakeholder perumahan. Meski pasar sudah siap namun BTN masih menunggu izin dari DPR untuk melakukan IPO. Izin dari pemerintah sudah dikantongi. "Untuk IPO masih membutuhkan izin dari DPR," jelasnya. Iqbal menyebut dalam tahun ini, BTN berencana melakukan tiga aksi korporasi yaitu penerbitan obligasi sebesar Rpl triliun, IPO dan sekuritisasi aset selama tahun 2008. Semua proses tersebut hampir selesai yang diharapkan bisa meningkatkan kinerja perusahaan. "Semuanya diharapkan dilakukan pada tahun ini. Proses untuk mengeluarkan obligasi hampir selesai. Namun, kita tetap mencermati pasar apakah bisa mendukung rencana yang sudah ditetapkan," kata Iqbal. Menurut Iqbal dari hasil penerbitan obligasi sebesar Rp 1 triliun, sekitar Rp 800 miliar digunakan untuk refinancing atas obligasi yang jatuh tempo. Sedangkan sisanya untuk ekspansi usaha. Meski demikian, lanjut Iqbal, jika ketiga rencana aksi korporasi tersebut tidak dapat dilaksanakan, maka BTN akan memfokuskan diri untuk meningkatkan penyaluran kredit. Saat ini, BTN tengah mengkaji rencana kenaikan bunga menyusul naiknya BI rate menjadi 8,75 persen. Menurut Iqbal, pihaknya tetap berkomitmen untuk mendukung program perumahan. "Karena itu, kita hati-hati menaikkan bunga kredit perumahan (KPR)," tegasnya. Selain itu, kata Iqbal, pihaknya berupaya meningkatkan komposisi dana murah melalui pengumpulan giro. Adanya dana murah, lanjutnya, akan menurunkan biaya dana (cost of fund) sehingga belum menaikkan bunga kredit. Sementara dalam kerjasama itu, BTN memberikan bantuan senilai Rp 100 juta secara simbolis diserahkan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dan Ketua Yayasan Nurani Dunia Imam B. Prasodjo. Iqbal menuturkan bantuan ini merupakan kegiatan sosial manajemen sekaligus implementasi misi BTN mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya. Menurutnya bantuan sejenis sudah sering dilakukan dan hingga saat ini mencapai Rp2,2 miliar yang sudah disalurkan untuk rehabilitasi gedung SD Muhammadiyah Yogyakarta sebesar Rp250 juta, rehabilitasi pembangunan tiga sekolah di Provinsi DIY sebesar Rp75O juta dan rehabilitasi pembangunan tiga sekolah di Klaten sebesar Rpl miliar. Selain itu pembangunan sekolah darurat korban gempa sebessar Rp 100 juta, termasuk bantuan untuk finalisasi pembangunan SDN 01 Kadilanggon, Klaten sebesar Rp 100 miliar. aul
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130