Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Rumah Murah untuk Pengungsi Tim-Tim

Sumber: Suara Karya, 07 Februari 2011
10/02/2011
Pemerintah berencana membangun rumah tipe 21 untuk 2.000 kepala keluarga (KK) eks pengungsi Timor Timur (Timtim) yang sudah menjadi warga RI. Saat ini, mereka masih berada di perbatasan NTT dan Timor Leste. Harga rumah untuk tipe 21 sebesar Rp 5 juta per unit dengan menggunakan material lokal. Pemerintah sendiri mengajak perusahaan pengembang properti untuk memperhatikan nasib 2.000 KK warga eks Timtim yang sekarang menjadi warga RI.

 
Pemerintah berencana membangun rumah tipe 21 untuk 2.000 kepala keluarga (KK) eks pengungsi Timor Timur (Timtim) yang sudah menjadi warga RI. Saat ini, mereka masih berada di perbatasan NTT dan Timor Leste. Harga rumah untuk tipe 21 sebesar Rp 5 Juta per unit dengan menggunakan material lokal. Pemerintah sendiri mengajak perusahaan pengembang properti untuk memperhatikan nasib 2.000 KK warga eks Timtim yang sekarang menjadi warga RI.

"Per rumah harganya Rp 5 juta dengan material lokal. Walaupun cuma Rp 5 Juta, tapi harus diperhatikan kualitas serta daya tahan terhadap gempa bumi. Ini mengingat Pulau Timor merupakan salah satu yang rawan gempa bumi," kata Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa dalam sambutannya pada acara "BTN Property Expo 2011" di Jakarta, Sabtu (5/2).

Menurut dia, harga rumah tipe 21 sebesar Rp 5 Juta berdasarkan rekomenda-si Pemerintah Provinsi NTT. "Ini masukan dari daerah, nanti kita kaji lagi," ujarnya. Kemenpera berharap agar pengembang menjual harga rumah sesuai kondisi wilayah dan kemampuan masyarakat setempat.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BTN Iqbal Latanro mengatakan, BTN Property Expo 2011 dilaksanakan di Hall A dan B Jakarta Convention Center (5 - 13 Februari 2011). Pameran yang diselengarakan dalam rangka HUT ke-61 BTN ini menampilkan berbagai jenis tipe rumah, mulai dari mewah, mene ngah, hingga rumah subsidi. Lokasinya di Jabodetabek, Bandung, Cikampek, Karawang, Serang, Cilegon, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Samarinda, Banjarmasin, Medan, dan Batam.

Menurut dia, pameran ini merupakan revitalisasi dari citra BTN sebagai pelopor kredit perumahan rakyat (KPR) di Indonesia, sekaligus penegasan visi BTN untuk menjadi bank terkemuka dalam pembiayaan perumahan. "BTN menjadi acuan (benchmarking) dan pendorong pembiayaan perumahan di Indonesia," katanya.

Untuk itu, BTN berharap, dengan adanya pameran di awal 2011, maka dapat meningkatkan volume bisnis BTN di kuartal I 2011. Selain sebagai media promosi, pameran itu juga diharapkan dapat menjadi media interaksi dan komunikasi yang efektif antara pelaku bisnis dan masyarakat luas.

Sebagai pameran properti terbesar di awal tahun ini, BTN menawarkan berbagai kemudahan bagi pengunjung pameran yang mengajukan permohonan KPR. Kemudahan seperti suku bunga kredit 6,1 persen untuk satu tahun pertama, uang muka minimal 10 persen dari harga rumah, bebas biaya administrasi, biaya provisi sebesar 0,5 persen, serta premi asuransi 61 persen dari premi normal.

Calon debitur juga akan mendapatkan persetujuan langsung untuk permohonan kredit. (Novi)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130