Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Rumah untuk Pekerja, Pacu Produktivitas Pengembang

10/03/2006
 
New Page 1 KAUM pekerja boleh jadi kini bisa bersenang hati. Keinginan mendapatkan rumah yang dulu sulit dilakukan kini bisa lebih mudah tercapai. PT Jamsostek menyediakan pembiayaan murah bagi anggotanya untuk membeli rumah. Selama pekerja itu tercatat sebagai anggota Jamsostek, mereka layak mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah dan pembayaran yang ringan. Baru-baru ini, PT Jamsostek meluncurkan program tersebut untuk Jawa Barat (Jabar). PT Jamsostek menyediakan Rpl,5 triliun bagi pekerja di Jabar untuk mendapatkan rumah idaman mereka. Dari empat program yang digulirkan, tiga di antaranya bisa menjadi pilihan bagi pekerja dari berbagai. tingkatan. Untuk pekerja rendahan, misalnya, mereka bisa masuk dalam program Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) dan Kredit Pemilikan Rumah Sederhana Sehat Jamsotek (KPRSH-J). Melalui PUMP, pekerja anggota Jamsostek bisa mendapatkan kredit hingga Rp7,5 juta, dengan masa pengembalian lima tahun. Suku bunganya terbilang rendah, hanya 3% flat per tahun, dan pembayaran angsuran dilakukan secara kolektif. Sedangkan melalui program KPRSH-J, pekerja bisa mendapatkan rumah seharga Rp42 juta dan Rp30 juta. Rumah yang pertama untuk pekerja dengan penghasilan Rpl,4 juta hingga Rp2 juta dan yang kedua bagi yang berpenghasilan Rp800 ribu hingga Rpl,4 juta. Masa kreditnya bisa mencapai hingga 10 tahun, plus bisa mendapatkan PUMP. Bagi pekerja tingkat menengah dengan penghasilan lebih dari Rp2 juta, disediakan program Kredit Pemilikan Rumah Jamsostek (KPR-J). Jumlah kredit yang ditawarkan sebesar Rp75 juta, dengan masa kredit 15 tahun. Selama 2006, Jamsostek akan menggulirkan dana untuk pembiayaan kepemilikan perumahan di seluruh Indonesia sebesar Rp5 triliun. Dana itu ditargetkan bisa mencukupi bagi 200 ribu rumah. "Kita sudah menjalin hubungan dengan BTN yang akan menjadi penyalur dana Jamsostek. Penjajakan juga sedang dilakukan dengan Bank Jabar, Bank Mandiri, serta Bank Bukopin," tandas Direktur Utama Jamsostek, Iwan Pontjowinoto. REI antusias Program pembiayaan dari perusahaan pengelola dana pekerja ini tentu saja disambut kalangan pengembang. REI Jabar misalnya, antusias untuk membangun rumah bagi pekerja di wilayah ini. "Kami serius menyambut kehadiran Jamsostek. Para anggota sepakat membawa masalah ini dalam Rakerda REI Jabar, April mendatang," papar Ketua REI Jabar Hari Raharta. Bagi pengembang, program ini akan memacu produktivitas untuk membangun perumahan. Rumah-rumah bisa dibangun di mana saja sesuai kebutuhan dan terjangkau peserta Jamsostek, termasuk di kawasan industri. Dengan dukungan dana Jamsostek, REI Jabar memprediksi akan terjadi peningkatan pembangunan perumahan di Jabar antara 10% dan 15%. Tahun lalu, para pengembang anggota REI Jabar hanya mampu membangun sekitar 70 ribu rumah. Terdiri dari 34 ribu rumah sehat sederhana (RSh), dan sisanya rumah tipe sedang dan mewah. Padahal, kebutuhan ideal bagi sekitar 34 juta warga Jabar setiap tahunnya adalah 150 ribu rumah baru. Tak pelak, rencana pembangunan 300 ribu rumah di Jabar pun menjadi tertunda. "Jika dibiarkan seperti kondisi tahun lalu, pada 2010 mendatang rumah yang tertunda dibangun bisa mencapai 2 juta unit. Jumlah ini mencapai 30% dari total kekurangan secara nasional," tutur Hari. Dia mengungkapkan, selain masalah perizinan, pembangunan perumahan di Jabar masih terkendala masalah pendanaan serta harga tanah dan bahan konstruksi yang mahal. Dana yang disediakan Jamsostek untuk program perumahan jelas menjadi kucuran segar bagi pengembang. . Dari 215 anggota REI Jabar, 70% di antaranya adalah pengembang rumah sederhana. Mereka dipastikan siap menyambut program perumahan yang diluncurkan Jamsostek. (SG/B-1)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130