Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


SBY Curhat Pernah Nyicil Rumah BTN

09/03/2006
 
New Page 1 PEMERINTAH menunjukkan keseriusannya dalam program gerakan sejuta rumah. Selain turun langsung meresmikan 102 ribu Rumah Sederhana Sehat (RSH), Presiden SBY meminta semua pihak yang terkait mempermudah pembangunan perumahan. "Permudah semua urusan. Jangan dihidupkan lagi seloroh dulu kala, kalo bisa dipersulit kenapa dipermudah,"kata Presiden SBY di depan Menpera M. Yusuf Asy'ari, Gubernur Jawa Tengah, Ketua Umum DPP REI, Ketua YKPP Dephan, Dirut Bank BTN Kodradi, Pejabat Bapertarum, Pejabat BPN dan Dirut Jamsostek Iwan P. Pontjowinoto di Semarang, Jawa Tengah. SBY meminta pejabat terkait mempermudah semua urusan terkait pembangunan RSH seperti kemudahan ijin, tanah, bahan bangunan. "BPN (Badan Pertanahan Nasional) supaya melakukan kontribusi, pengembang agar ikhlas berpartisipasi untuk kesejahteraan rakyat," kata SBY. RSH yang diresmikan SBY ini dibangun di 422 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Peresmiannya dilakukan serempak di Semarang sekaligus dalam rangka HUT REI yang jatuh tanggal 11 Februari 2006, HUT BTN yang jatuh pada 9 Februari 2006 dan HUT KPR yang pada tanggal 10 Desember 2005 lalu genap berusia 30 tahun. Menurut SBY, pemerintah dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) menargetkan membangun 1,35 juta rumah dari 2004 sampai 2009. Selain itu, juga dibangun 60 ribu rumah susun sewa (rusunawa) dan 25 ribu rumah susun huni (rusunami). Presiden memahami kesulitan pengembang dalam pembangunan perumahan seperti perijinan, pajak, air dan listrik. Karena itu, SBY meminta pengembang melakukan perencanaan matang seperti penyebaran penduduk, daya beli masyarakat, kualitas bangunan, lokasi dan berbagai hal lainnya. "Jangan sampai pengembang digugat nasabah karena bahan bangunan atau lokasi jauh sehingga tidak diminati masyarakat. Karena dampaknya juga pada keuangan negara nantinya," tandas SBY. SBY lebih setuju kalau pengembang membangun rumah kecil tapi sehat, daripada ekslusif tapi menimbulkan kecemburuan di masyarakat. "Rumah kecil justru mempererat interaksi dalam keluarga," kata SBY. SBY juga tidak segan-segan mengakui dirinya dulu punya rumah kecil dan kredit pemilikan rumah (KPR) dari BTN yang dicicilnya selama 10 tahun. "Saya pernah jadi nasabah BTN di Bekasi dan lunas selama 10 tahun. Saya berterima kasih kepada BTN, kebahagiaan tidak terukur saat menempati rumah kecil," kisah Presiden. Tentu saja pernyataan Presiden SBY membuat Dirut BTN Kodradi girang. Karena, BTN sudahbermanfaat bagi banyak orang sejak menyalurkan KPR pada 1976. "Sudah dua kali di Istana beliau menyatakan nasabah BTN, ternyata diungkapkan lagi di sini," kata Kodradi. Dalam pembangunan 102 ribu RSH itu, BTN mengambil bagian hampir 97 persen lebih. "Kami bersyukur bahwa kredit yang kami salurkan tersebut paling tidak telah dimanfaatkan oleh banyak masyarakat di Indonesia dan telah menjadikannya besar di negeri ini. Seperti Bapak Presiden RI, alhamdulillah beliau pernah menjadi debitur BTN tahun 1982 di perumahan Jaka Sampurna Bekasi dan telah selesai masa kreditnya pada tahun 1992,"jelas Kodradi.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130