Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


SMF Terbitkan Obligasi Rp 360 M

12/11/2009
Prima Restri Ludfiani

Tahun depan SMF menargetkan penerbitan obligasi KPR Rp 650 miliar.

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Financial (SMF) kembali menerbitkan obligasi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Danareksa SMF tahap II (DSMF02) kelas A senilai Rp 360 miliar. Obligasi berbasis kredit pemilikan rumah PT Bank Tabungan Negara (KPR BTN) ini menawarkan tingkat kupon bunga 11 persen berjangka waktu lima dan 10 tahun.

tabel-properti.jpg
 
Obligasi ini mendapatkan peringkat kredit AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia . Ini merupakan lanjutan dari transaksi tahap pertama penerbitan DSMF01 KPR BTN senilai Rp 111 miliar pada Februari 2009 lalu dengan tingkat bunga 13 persen dan tenor 2,6 tahun.
smf2.jpg

Obligasi DSMF02 ini akan dikelola oleh PT Danareksa Investment Management selaku manajer investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai bank kustodian. Sementara BTN sebagai kreditur awal dan PT Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penjamin emisi..

Direktur Utama SMF, Erica Soetoro, menjelaskan, SMS juga akan menerbitkan DSMF02 kelas B sebesar Rp 31 miliar. "Efek ini tidak akan diperingkat dan tidak diperdagangkan di bursa. Akan dibeli oleh BTN," kata Erica saat pencatatan perdana DSMF01 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (11/11).

Dikenal sebagai skema pembiayaan sekunder KPR atau secondary mortgage facility, perbankan bisa menjual portofolio kredit KPR mereka dalam bentuk obligasi ke PT SMF. Ini akan membuat likuiditas perbankan tetap terjaga karena kredit KPR yang disekuritisasi tak lagi masuk dalam neraca kredit sehingga bank bisa menyalurkan KPR lebih banyak.

Direktur PT Standard Chartered Securities Indonesia, Agus Wicaksono, mengatakan, investor retail paling sedikit bisa membeli efek senilai Rp 5 juta dengan tingkat kupdn bunga sama. Saya optimis obligasi ini bisa terserap oleh investor," kata Agus.

Juli 2009 lalu juga telah diterbitkan Obligasi SMF I senilai Rp 200 miliar berjangka pendek 370 hari sehingga total obligasi SMF tahun ini sudah berjumlah Rp 670 miliar. Tahun 2010 SMF akan kembali menerbitkan efek sejenis dengan jumlah minimal Rp 650 miliar berjangka waktu tiga tahun. "Semua tergantung bank yang membutuhkan utang untuk meningkatkan penyerapan kredit," kata Erica.

ed rahmad bh

<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130