Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


SMF-BTN Kerja Sama Refinancing KPR Syariah

Sumber: Bisnis Indonesia, 17 Desember 2010
03/01/2011
PT Sarana Multigriya Financial (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) merintis kerja sama refinancing (membiayai kembali) portofolio kredit pemilikan rumah syariah (KPR iB) yang akan disalurkan melalui BTN.
 
PT Sarana Multigriya Financial (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) merintis kerja sama refinancing (membiayai kembali) portofolio kredit pemilikan rumah syariah (KPR iB) yang akan disalurkan melalui BTN.

Direktur Utama SMF Erica Soeroto mengatakan melalui kerja sama ini konsumen berkesempatan menentukan pilihan lain membeli rumah dengan fasilitas kredit lewat pola pembiayaan KPR syariah.

Di Indonesia, terangnya, pola pembiayaan KPR dilakukan secara konvensional di samping pola subsidi yang dijamin pemerintah dengan dana APBN. 'Namun, bukan berarti pola pembiayaan KPR iB tidak tumbuh di Indonesia.

"Di Inggris, yang mayoritas penduduknya bukan muslim, mereka menggunakan pola declining balance coownership. Ini merupakan konsep syariah. Pertumbuhan KPR dengan konsep ini bahkan terbesar di dunia," katanya seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama Refinancing KPR iB, kemarin.

Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan Purwadi, Direktur Housing and Commercial Banking BTN dan Sutomo, Direktur SMF. Dirut BTN Iqbal Latanro juga turut menyaksikan penandatanganan kerja sama tersebut.

Menurut Erica, refinancing merupakan fasilitas pembiayaan yang diberikan SMF kepada bank atau nonbank penyalur KPR demjan tujuan untuk membiayai kembali portofolio KPR yang telah disalurkan oleh penyalur KPR.

Atas pembiayaan yang diberikan tersebut, SMF memperoleh jaminan hak tagih KPR, termasuk hak agunan yang melekat padanya. Adapun, jangka waktu refinancing dapat disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan penyalur KPR.

Iqbal mengatakan program refinancing KPR iB tersebut menggunakan akad mudharabah muqayyadah (investasi terikat) di mana pemilik.dana memberikan batasan kepada pengelola dana mengenai tempat, cara dan objek investasi. "Jadi, arah penempatan sumber dananya sudah ditentukan," katanya.

Berdasarkan karakteristik transaksi perbankan syariah dalam Standar Akuntansi Keuangan No. 59, pengelola dana dapat diperintahkan untuk tidak mencampurkan dana pemilik dana dengan dana lainnya.

Selain itu, pengelola dana tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan tanpa jaminan atau penjamin.
Menurut Iqbal, SMF akan memberikan pinjaman kepada BTN senilai Rp 200 miliar berjangka waktu 3 tahun. Dana tersebut akan diperlakukan sebagai deposito.

Adapun, kerja sama pembiayaan ini bertujuan agar margin nisbah (bagi hasil) menjadi tinggi.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130