Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


SMF-BTN Terbitkan Efek Beragun Rp 500 Miliar

14/08/2008
 
New Page 1 JAKARTA - PT Sarana Multigriya Financial (SMF) dan PT Bank Tabungan Negara (BTN) akan menerbitkan kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA) senilai Rp 500 miliar. Produk ini ditargetkan terbit pada Oktober atau November 2008. Managing Director BTN Saut Pardede mengatakan, pihaknya dan SMF kini tengah berkonsultasi dengan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). "Penerbitan EBA merupakan bagian dari proses menuju sekuritisasi. Nantinya, EBA ini menjadi yang pertama bagi perumahan," kata dia di Jakarta, Selasa (12/8). Saut menjelaskan, pihaknya akan rutin menerbitkan EBA setiap tahun dengan nilai sekitar Rp 500 miliar. Penerbitan EBA mirip seperti surat utang atau obligasi. EBA memiliki jatuh tempo yakni rata-rata sekitar 5-7 tahun. Sementara itu, terkait perhitungan capital gain. Saut mengakui bahwa pihaknya masih bernegosiasi dengan manajer investasi (MT) yang akan ditunjuk nantinya. Coordinator of Securitization Team Treasury Division BTN Sindhu Rahadian Ardita menambahkan, penerbitan EBA kini masih dalam proses due diligence. Proses uji tuntas itu termasuk evaluasi terhadap kondisi kredit pemilikan rumah (KPR). EBA merupakan aset kredit perumahan (KPR) yang disekuritisasi. Produk sekuritisasi itu akan diperjualbelikan sebagai EBA. Sindhu menegaskan, EBA berbeda dengan subprime mortgage di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, EBA diinvestasikan pada produk KPR yang berkualitas baik (prime) sehingga risiko investasinya tidak seperti subprime mortgage. Rencana penerbitan EBA oleh SMF dan BTN sebenarnya telah diproses sejak dua tahun lalu. Namun sampai saat ini, prosesnya belum selesai. Sementara itu, Bapepam-LK telah memberi kelonggaran atas larangan adanya hubungan afiliasi antara MI KIK EBA dengan kreditor awal. Sebelumnya, para pelaku pasar menilai bahwa kebijakan itu menghambat perrfanfaatan KIK EBA. Hubungan afiliasi kini diizinkan selama dapat dibuktikan bahwa hubungan itu terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal pemerintan. Hal tersebut sesuai revisi peraturan nomor V.G.5 tentang fungsi manajer investasi, (fei) (Investor Daily Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130