Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


SMF Bantu Realisasikan KPR Bersubsidi

22/09/2005
 
JAKARTA - Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia berharap, peluncuran PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) akan membantu pencapaian target penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi yang selama ini sulit dicapai. "Dengan adanya SMF, BPD-BPD berharap, keseluruhan KPR dapat dijual ke SMF. Selanjutnya kita kembali mendapatkan pendanaan guna mendukung pembangunan RSH (rumah sederhana sehat, red) yang ditargetkan," ujar Direktur Pemasaran BPD Kalimantan Barat HM Hasyim, saat pertemuan BPD se-Indonesia dengan Deputi Menteri Nagara Perumahan Rakyat Iskandar Saleh, di Jakarta, Rabu (21/8). Hasyim mengungkapkan, dari target 500 KPR bersubsidi tahun 2005, hingga saat ini BPD Kalimantan Barat baru merealisir sekitar 100 KPR bersubsidi. "Padahal, untuk kredit KPR, BPD Kalimantan Barat belum menaikkan bunga. Kita masih sekitar 15%," ujar Hasyim. Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Negara Perumahan Rakyat per 16 September 2005, dari 111.443 KPR bersubsidi yang telah disanggupi oleh 30 bank melalui nota kesepahaman yang telah ditandatangani bersama pemerintah, baru terealisasi 37-971. Realisasi tersebut disumbangkan oleh PT Bank Tabungan Ne.gara (persero) (37.260 unit), PT Bank Negara Indonesia Tbk (226 unit), Bank DKI (81 unit), BPD Kalimantan Timur (200 unit), BPD Nusa Tenggara Barat (54 unit), BPD Kalimantan Selatan (85 unit), BPD Sumatera Selatan (11 unit), dan BPD Sulawesi Salatan (14 unit). Senada dengan Hasyim, Kepala Divisi Kredit BPD DI Yogyakarta Mohammad Suhayat menjelaskan, adanya kerjasama BPD seluruh Indonesia dengan SMF di masa mendatang, diharapkan dapat mengatasi persoalan yang dihadapi BPD dalam mendapatkan pendanaan jangka panjang untuk KPR bersubsidi. Sementara itu, Deputi Menpera Bidang Pembiayaan Iskandar Saleh kembali mengatakan, keberadaan SMF diharapkan dapat memasok dana jangka panjang yang memang bersumber dari dana jangka panjang, misalnya dari pasar modal, asuransi, dan dana pensiun. Sebelumnya, BTN menggandeng PT SMF untuk sekuritisasi aset senilai Rp500 miliar. Menurut Dirut BTN Kodradi, kerjasama pendanaan ini membuktikan, bahwa pemerintah serius dalam bidang perumahan nasional. "Sekuritisasi dimaksudkanuntuk mendapatkan pola pembiayaan perusahaan yang lebih efisien, dan Bank BTN akan melakukan transformasi dari aset yang tidak likuid menjadi likuid dengan cara menjual tagihan KPR yang telah distandarisasi kepada SMF," ujar Kodradi kepada Investor Daily di sela Musda ke-5 REI DKI Jakarta, kemarin.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130