Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


SMF Menyimpang dari Program

24/01/2008
 
New Page 1 Jakarta-Komisi V DPR mendesak supaya keberadaan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dibekukan. Desakan ini disampaikan mengingat BUMN yang dideklarasikan sejak 2005 tersebut tidak mempunyai kontribusi pada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dana yang berasal dari APBN sebesar Rp 1 triliun di samping ditempatkan di bank yang memberikan bunga tinggi, juga dipakai untuk memberi pinjaman pada kalangan menengah ke atas dengan besar pinjaman mencapai Rp 250 juta. "Semangat awal pembentukan lembaga ini, adalah mempercepat pembangunan perumahan untuk kalangan MBR, tetapi kinerjanya setelah terbentuk melenceng dari yang diprogramkan," papar Enggartiasto Lukito saat rapat dengar pendapat dengan REI, Apersi, Bank Tabungan Negara (BTN), SMF, Perum Perumnas, dan Bapertarum, Selasa (22/1). Jadi, kata Enggartiasto, pada saat dibentuk DPR tidak pernah memosisikan SMF sebagai lembaga keuangan nonbank yang mendukung kalangan menengah ke atas, tetapi MBR. Itu sebabnya, panitia anggaran menyetujui memberi modal kerja pada SMF sebesar Rp 1 triliun. Modal awal itu diharapkan dapat dipakai untuk membeli aset BTN, dalam hal ini KPR. Dengan pola ini, BTN akan memperoleh masukan dana, yang selanjutnya bisa diputar untuk memberi KPR pada MBR. Terkait dengan penempatan modal yang diberikan pemerinta sebesar Rp 1 triliun. Enggartiasto juga menilai pemanfaatannya tidak sesuai sasaran. Bahkan, modal yang ditempatkan di BTN kemudian ditarik dengan alasan yang tidak jelas. Lalu dimasukkan ke Bank Bukopin dan Yudha Bakti. "Ini kan jelas-jelas menunjukkan adanya itikad tidak baik, karena yang menjadi landasan direksi adalah memperoleh bunga yang lebih tinggi," terangnya. Desakan untuk membekukan SMF juga mendapat dukungan dari anggota Komisi V lainnya serta pimpinan rapat. Untuk menjelaskan penyimpangan program tersebut, pimpinan rapat dengar pendapat Yosef Umarhadi meminta direksi PT SMF memberikan laporan tertulis yang hams disampaikan secara detail pada Komisi V untuk kemudian dibahas pada rapat minggu depan. Terkait dengan desakan itu, Direksi PT SMF Erica mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus mencari lembaga-lembaga yang mau membiayai MBR. Selain itu, ia juga menyampaikan rencana SMF pada tahun depan yang akan menjual obligasi. Terkait dengan SMF Direktur Bank Tabungan Negara BTN) Iqbal Latanro mengatakan, pada dasarnya keberadaan lembaga tersebut sangat dibutuhkan untuk sekurii isasi aset KPR agartidak terjadi kesenjangan pendanaan (mismatch), (satoto budi) - Sinar Harapan
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130