Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


SMF Sekuritisasi Aset KPR BTN Rp 500 Miliar

22/09/2005
 
JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menargetkan sekuritisasi KPR BTN Rp 500 miliar yang baru akan terlaksana pada tahun 2006. Selain itu, lembaga yang baru berdiri tersebut juga memberikan bantuan dana Rp 250 miliar kepada BTN. Hal itu dikarenakan SMF membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menilai dokumentasi kredit KPR yang dijual BTN." Proses sekuritisasi memakan waktu 6-8 bulan," ujar Direktur Utama SMF Erica Soeroto, di Jakarta, Senin (20/9). Setelah proses sekuritisasi berjalan, SMF berencana memberikan pinjaman langsung kepada BTN, besarnya pinjaman dan kriterianya masih dalam diskusi dengan BTN. Erica mengutarakan, SMF langsung menandatangani nota kesepahaman dengan pertimbangan efektivitas waktu. "Kalau kita nunggu sampai semuanya rapi, kita akan mendapatkan protes, karena modal yang diberikan pemerintah akan nganggur," jelasnya. Sampai akhir tahun 2005, SMF masih sibuk melakukan persiapan-persiapan internal. "Untuk satu tahun ini, kita akan membuat platform yang kuat, membuat pedoman kerja, dan melakukan training karyawan," papar Erica. Tetapi, pada waktu yang bersamaan SMF juga melakukan proses sekuritisasi KPR BTN. SMF memiliki mekanisme atau strategi pengucuran dana yang cepat kepada bank-bank penjual produk KPR. Selain melakukan sekuritisasi, SMF akan memberikan pinjaman kepada bank dengan mengandalkan sumber dana dari penerbitan obligasi setiap tahunnya agar perputaran yang kian cepat. "Begitu, kami memberikan pinjaman (loan) pada semester pertama tahun 2006, maka kami akan langsung menerbitkan obligasi . Hal itu akan kami lakukan setiap tahun," jelas Erica. Selain penerbitan obligasi, langkah lain yang ditempuh SMF untuk memperbesar modal adalah dengan penempatan dana dari pihak asing. Saat ini SMF tengah melakukan pembicaraan serius dengan IFC, IDB, dan ADB dan diperkirakan baru akan terealisir 1,5 tahun mendatang. Tugas SMF adalah melakukan pemaketan KPR untuk dijual melalui sekuritisasi oleh perusahaan special purpose vehicle yang ditunjuk. Utang-utang KPR ini akan ditransformasi menjadi surat berharga dan dijual ke investor yang memiliki dana jangka panjang. Secara prudential, investor akan merasa aman, karena dia memiliki jaminan hak tanggungan di belakangnya. Sedangkan konsumen juga tidak menjadi masalah, karena ketika melunasi KPR, mereka akan mendapatkan hak sertifikatnya. Bank tidak akan mendapatkan spread bunga dari penjualan ini. Tetapi, bank berhak mendapatkan servicing fee atau imbalan jasa dari penagihan utang-utang kepada nasabah KPR. Bank pun akan diuntungkan melalui mekanisme ini, karena mereka tidak lagi memiliki risiko. "Mereka sudah melakukan jual putus," ujar Erica. Karena, SMF yang akan mengurus kredit macet yang ada. Direktur Utama Bank BTN Kodradi menargetkan sekuritisasi aset kredit sebesar separuh dari total portofolio KPR BTN yang mencapai Rp 7 triliun. Kodradi menjelaskan, sejak awal menjabat direktur utama di BTN. ada peningkatan kredit KPR sebesar Rp 7 triliun. "Kami menginginkan sekuritisasi secepatnya, sehingga dananya bisa diputar secepatnya," tambah Kodradi. Paska sekuritisasi, Kodradi merasa optimistis, target unit rumah yang mampu dibiayai BTN bisa mencapai 175 ribu unit RSH. "Dengan kondisi yang biasa-biasa saja, kami menargetkan 100.000 unit RSH. Jika didukung dengan SMF seperti ini, BTN akan menargetkan pembiayaan 175.000 unit rumah," jelasnya. Sementara itu, Menpera M Yusuf Asy'ary mengatakan, kehadiran SMF diharapkan dapat memenuhi target pembangunan perumahan sebanyak 250.000 unit pada 2005. "Tanpa SMF jumlah perumahan yang bisa dibangun hanya sekitar 75.000 unit," kata Yusuf. Selain membantu likuiditas perbankan, SMF diharapkan bisa mendorong perusahaan keuangan non bank untuk memberikan kredit perumahan.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130