SMF diminta alihkan dana perumahan
New Page 1 JAKARTA: PT SMF diminta untuk menempatkan seluruh portofolio investasi yang bernilai Rp1 triliun di Bank Tabungan Negara dan sejumlah BPD yang menjalankan program perumahan rakyat. Sejauh ini, PT Sarana Multigriya Finansial masih menempatkan dananya
di sejumlah bank dalam bentuk deposito untuk mencari pendapatan bunga bagi biaya operasional perusahaan baru tersebut. Enggartiasto Lukita, anggota Komisi V DPR, mendesak SMF segera mengalihkan semua dana investasinya untuk mendukung program perumahan rakyat
yang kini masih kesulitan pendanaan. "SMF ini kan memang dibentuk untuk pengembangan perumahan rakyat tapi kenapa tidak menempatkan sepenuhnya dananya di BTN dan BPD yang memberikan kredit ke proyek perumahan rakyat?" katanya di sela-sela rapat dengar pendapat
Komisi V dengan BTN dan SMF di Jakarta kemarin. Menurut dia, SMF bisa menempatkan dana dalam bentuk deposito sebagai persiapan menjelang selesainya legalitas pembentukan pasar sekunder untuk pintu masuk SMF ke BTN atau juga ke Bank Pembangunan Daerah. Dalam
hal ini, tambahnya, SMF menempatkan dulu dana dalam bentuk deposito selama dua tahun untuk siap dikonversi jadi penempatan sekuritisasi pasar sekunder begitu legalitasnya tuntas dibentuk. Dia menyayangkan sampai saat ini baru sekitar Rp250 miliar dana SMF
yang ditempatkan di BTN dalam bentuk deposito. Sementara itu, Direktur Utama SMF Erica Soeroto mengatakan penempatan dana SMF di BTN mencapai 42% atau Rp 420 miliar dari total dana SMF dan sisanya terbagi ke beberapa bank dan portofolio investasi. "Kami cukup
besar tempatkan dana di BTN. Jadi bukannya tidak ada. Selain itu proses sekuritisasi di BTN masih terus berjalan, sehingga kami harapkan BTN menjadi bank pertama yang melakukan sekuritisasi pasar perumahannya," katanya. Dia mengharapkan dalam jangka waktu
tidak terlalu lama sudah bisa direalisasikan kemitraan di pasar sekunder dengan BTN yang selama ini menjadi pelopor pembiayaan perumahan rakyat.