Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


SPV Picu Pembangunan 2 Juta Unit Rumah

Sumber: Seputar Indonesia
21/01/2010
JAKARTA (SI) – Pembentukan badan khusus (special purpose vehicle/SPV) di sektor perumahan diharapkan dapat memicu pembangunan 2 juta unit rumah dalam lima tahun ke depan.
 

Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa mengatakan, badan khusus tersebut akan menyalurkan dana dengan model fasilitas likuiditas yang merupakan pengalihan dari subsidi selisih bunga yang diterapkan selama ini. “Kalau dalam per tahun sulit diperkirakan pembangunannya. Tetapi kita harapkan setiap tahun akan meningkat sehingga pada tahun kelima mencapai 2 juta unit,” kata dia di Jakarta kemarin. Suharso mengatakan, 2 juta unit rumah tersebut tidak harus berbentuk rumah tapak (landed house), tetapi dapat berupa rumah susun sederhana milik (rusunami).

Dia optimistis, pemberian fasilitas likuiditas akan dapat meningkatkan pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Menurut dia, dengan SPV, harga rumah dapat ditekan melalui mekanisme pemberian suku bunga dan kredit konstruksi yang rendah.Dia berharap,pembentukan badan khusus tersebut dapat didukung Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS),Tabungan Pensiun (Taspen), dan PT Jamsostek dengan memberikan suntikan permodalan. Suharso mengatakan, tidak semua dana yang dihimpun SPV akan diserahkan untuk fasilitas perbankan.

Sebagian akan diberikan untuk kredit konstruksi Perumnas. Melalui dana ini, Perumnas akan membangun rumah dengan biaya yang rendah dan terjangkau.“Perumnas akan membangun rumah murah,”katanya. Menpera mengatakan, pemberian fasilitas likuiditas merupakan cara yang sangat komprehensif dalam mengatasi masalah rendahnya akses masyarakat pada sektor perumahan. Terutama karena tingkat bunga selama masa angsuran akan diberikan tetap (flat). Selain itu, dia menambahkan, SPV juga perantara untuk menuju program Tabungan Perumahan (Taperum) yang sekarang sedang disiapkan.

Apabila Taperum sudah selesai pembahasanya dan terlihat bentuknya, peran SPV akan digantikan. Sementara itu,Kepala Pelaksanaan Sekretariat Tetap Bapertarum- PNS M Yasin Kara mengatakan, pihaknya siap mendukung program tersebut dengan ikut menyalurkan dana ke SPV.Saat ini telah tersedia dana Rp1,8 triliun di Bapertarum yang siap digunakan. “Namun, sekarang masih terdapat dana Bapertarum lain yang dapat dimanfaatkan,”katanya. Dia mengungkapkan, di Kementerian Keuangan masih terdapat dana Bapertarum yang disimpan sebesar Rp3,7 triliun.

Untuk itu, dana ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung fasilitas likuiditas yang sekarang sedang disiapkan. Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M Said mengatakan,DPR akan segera memberikan keputusan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam waktu dekat. Sekarang pihaknya masih mengkaji lebih dalam masalah tersebut. “Kita harapkan dalam beberapa hari ke depan sudah ada dukungan resmi dari DPR,”katanya.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mendukung rencana pemerintah mengubah sistem subsidi rumah sepanjang dapat meningkatkan kapasitas kredit.“Kalau memang banyak peminatnya, kita akan ikut program ini,” kata Direktur Utama BTN Iqbal Latanro. (arif dwi cahyono/ant)

<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130