Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Saatnya Gunakan Bahan Alternatif

11/04/2006
 
New Page 1 Isu lingkungan kini menjadi bahan pembicaraan yang menarik. Terutama jika dikaitkan dengan perkembangan sektor properti, lebih khusus lagi subsektor perumahan. Yang banyak disorot adalah penggunaan kayu untuk bahan baku pembuatan rumah. Jika kayu dari hutan terus-menerus digunakan, lambat laun jumlah hutan akan makin berkurang dan lahan hutan. semakin sempit. Padahal, tuntutan agarkelestarian hutan dijaga terus menjadi wacana global. Karena itu, kata General Manager Marketing & Sales PT YKK AP Indonesia, Ir Alen Kantasurya MBA, sudah saatnya dipikirkan bahan alternatif pengganti kayu. Di negara maju, bahan seperti ini sudah banyak digunakan. Alen mengatakan, pemerintah sekarang serius memberantas illegal logging (pembalakan liar) untuk menjaga kelestarian hutan. Sementara itu, kayu juga semakin langka. Kondisi ini sangat,menyulitkan para pengembang. "Para pengembang kini menjerit. Mereka sangat sulit mendapatkan kayu nomor satu untuk pembangunan rumah. Akibatnya, mereka hanya dapat kayu kualitas nomor dua," ungkap Alen kepada, wartawan, beberapa waktu lalu, di Jakarta. Dulu di Jepang, lanjutnya, para pengembang juga menggunakan kayu untuk membangun rumah. Karena pasokannya terus berkurang, developer kemudian menggunakan alternatif bahan lain, aluminium. Di Indonesia, penggunaan aluminium ini juga sudah saatnya untukdikembangkan. Selain tidak tergantung pada kayu, aluminium juga memiliki kelebihan" bisa didaur ulang. "Jadi, sudah saatnya kita pikirkan alternatif untuk melindungi lingkungan, terutama hutan, agar tidak semakin rusak," ujar Alen. Ia melanjutkan, beberapa pihak terkait di Indonesia, seperti Bank Tabungan Negara (BTN) dan Jamsostek juga sudah memiliki komitmen untuk menggunakan alternatif bahan selain kayu. Untuk pembangunan rumah sederhana sehat (RSH), misalnya, sudah diarahkan ke penggunaan aluminium sebagai pengganti kayu. Kalangan DPR juga sudah mulai membahas hal ini. "Prinsipnya, semua pihak khawatir kayu akan semakin langka," tutur Alen. Pihaknya selaku produsen pintu dan jendela dari aluminium terus melakukan inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan para developer tersebut. Tujuannya agar mereka mendapatkan bahan pengganti kayu berupa aluminium yang berkualitas namun dengan harga terjangkau.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130