Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Saham BTN Dilepas Bertahap

22/09/2008
 
New Page 1 Oleh Fathiya Dahrul BANDUNG - Penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebesar 30% akan dilepas bertahap dan menggunakan opsi green shoe. Namun, pelaksanaan IPO tersebut kemungkinan baru dilakukan tahun depan menyusul masih bergejolaknya bursa saham dunia. Opsi green shoe dilakukan dalam rangka stabilisasi harga pada saat penawaran umum. Tujuannya adalah untuk mencegah atau memperlambat penurunan harga saham dalam jangka waktu tertentu sebagai akibat adanya aksi jual dari investor jangka pendek dan meningkatkan keteraturan atas saham tersebut. Batasan saham green shoe adalah maksimal 15%. Staf Ahli Kementerian Negara BUMN Parikesit Suprapto mengatakan, pihaknya masih menunggu rekomendasi terhadap penjamin emisi untuk IPO BTN. "DPR kan sudah menyetujui IPO BTN 30%, tapi apakah akan dilepas sekaligus belum tentu tahun ini. Nanti juga ada green shoe sebagai cadangan kalau harganya kurang bagus," kata Parikesit usai membuka Ramadhan Fair di Bandung, Jumat (19/9). Kendati demikian, Parikesit enggan menyebutkan jumlah green shoe dari saham BTN tersebut. Menurut dia, tiga penjamin emisi yang akan ditunjuk segera menentukan langkah pemenuhan modal BTN. "Nanti Mandiri Sekuritas, Danareksa, dan Bahana yang akan menentukan. Menteri BUMN tinggal menilainya," ujar dia. Tutup Peluang Akuisisi Parikesit menegaskan, adanya persetujuan IPO BTN dari parlemen telah menutup peluang bagi bank-bank BUMN kakap lainnya untuk meng-"akuisisi bank khusus perumahan itu. Hal ini didasari keyakinan bahwa kinerja BTN akan membaik dengan adanya tambahan modal dari IPO tersebut. Proses IPO itu diharapkan dapat meraup dana sebesar Rp 2 triliun. Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menilai, perolehan izin IPO dari DPR membuat manajemen lebih berkonsentrasi dalam mengembangkan BTN sebagai bank penyedia kredit perumahan bagi masyarakat, baik untuk rumah sederhana maupun rumah susun. "Ini keputusan yang penting bagi perusahaan. Soal realisasinya kapan, diupayakan tahun ini juga," jelas dia. Dia memperkirakan, dengan penambahan modal dari hasil IPO, perusahaan dapat meningkatkan kemampuan menyalurkan kredit. IPO juga berdampak pada peningkatan kemampuan pendanaan lewat subdebt dan meningkatkan nilai pemegang saham," ujar dia. Menurut catatan, pasca-IPO, BTN memproyeksikan laba bersih bisa mencapai Rp 1,4 triliun pada 2012 melonjak dari proyeksi laba"bersih 2008 sebesar Rp 472 miliar. Perseroan juga menargetkan pendapatan sekitar Rp 36,12 triliun tahun 2012, meningkat dari proyeksi pendapatan akhir 2008 sebesar Rp 22,9 triliun. (Investor Daily Indonesia)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130