Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Segitiga Iman

20/03/2006
 
New Page 1 PEMBARUAN/CHARLES ULAG DI antara sejumlah petinggi bank di Indonesia, barang kali nama Kodradi cukup dikenal. Sosoknya yang bersahaja, religius, dan cerdas itu, cukup menarik perhatian pekerja pers di berbagai acara. Di kalangan para bankir pun, Kodradi dikenal paling konsisten mempertahankan misi bank yang dipimpinnya, Bank Tabungan Negara (BTN). Pria berambut putih yang memimpin BTN sejak 16 Mei 2000 itu, mampu membawa BTN masuk dalam peta . bank yang diperhitungkan di Tanah Air. Dia mampu mengawal transformasi Bank BTN, perubahan dari kondisi lama ke kondisi baru yang lebih baik. "Saya selalu ingatkan kepada anak buah saya bahwa bank itu modalnya adalah kepercayaan. Kalau tidak dipercayai, mau apa lagi," katanya. Karena itu, di satu sisi Kodradi sangat "disayangi" oleh para anak buahnya karena sangat peduli pada kesejahteraan karyawan BTN, namun di sisi lain, baginya tak ada ampun bagi karyawan yang dengan sengaja berbuat salah. Apakah dia seorang kepala cabang, manajer, atau yang lainnya, kalau sudah melakukan kesalahan berat, sanksinya adalah dipecat. Resep jitu itu, membuat BTN tetap menjadi kontributor terbesar pembiayaan pemilikan rumah murah. Meski sebenarnya BTN tidak dibebankan lagi untuk secara total memberi kredit bersubsidi rumah sederhana sehat (RSH), namun kenyataannya, BTN tetap yang paling dominan mendukung program RSH. Dari seluruh penyaluran KPR bersubsldi di Indonesia, 80 persen dita' ngani BTN. Kodradi yang memperoleh gelar sarjana ekonomi dari Universitas Di , ponegoro tahun 1969 itu, memang sudah lama malang melintang di dunia perbakan. Dia pernah menjabat Direktur Bank Ekspor Impor Indonesia, Direktur Utama Bank Ekspor Impor Indonesia, Direktur Utama Bank Bumi Daya, dan Executive Vice President Bank Mandiri. Atas dasar pengalamannya di bank itu pulalah, lelaki yang banyak' mendalami'pendidikan perbankan di dalam dari luar negeri itu, kokoh mempertahankan supaya BTN tidak dimerger atau tidak diakuisisi oleh bank lain, yang dianggap lebih besar. "Masyarakat indonesia masih membutuhkan bank dengan spesialisasi khusus," kata Pendiri dan Badan Pengurus Yayasan Kado Anak Muslim (YAKAMUS) itu. Di kalangan wartawan, Kodradi juga dikenal cukup religius. Dalam se .' tiap kali wawancara, dia selalu menyelipkan petuah-petuah dan ajaran agama yang intinya adalah untuk kebaikan semua orang. Dalam BTN sendiri, Kodradi menerapkan prinsip konsep "Segitiga Iman" yang menekankan bahwa bekerja itu adalah bagian dari ibadah. Dalam Segitiga Iman itu, yang ditekankan bukan saja kerohanian, tetapi segi sosial dan keahlian seorang karyawan, yang wajib dijalankan jika masih tetap ingin bekerja di BTN. Segitiga iman itu menyangkut 25 hal yang baik-baik dari dalam diri manusia, antara lain iman, takwa, cerdas, sedekah, bersahabat, dan sebagainya.(N-6)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130