Sehari Dibuka, Peminat Rusunami Antri
New Page 1 BTN Kelapa Gading Proses 400 Berkas Besarnya pangsa pasar untuk perumahan kelas menengah ke atas di Kelapa Gading membuat Bank BTN perlu menambah kantor cabang baru. Buktinya, baru sehari dibuka, BTN Kelapa Gading menerima 400 berkas dari pemohon
kredit pemilikan apartemen (KPA). TINGGINYA minat masyarakat akan hunian vertikal bersubsidi Itu juga didorong tekad pemerintah untuk membangun lebih banyak lagi rumah susun. Potensi pasar itu dilirik BTN untuk penyaluran kredit konstruksi dan KPA. "Potensi
sangat besar dalam pembangunan rusun, apalagi pemerintah memperbanyak rusunami (rumah susun sederhana milik)," kata Wakil Direktur Utama Bank BTN Evi Firmansyah di sela-sela peresmian kantor cabang baru BTN di Kelapa Gading, kemarin. Evi menjelaskan 400 calon
debitur itu sebagai pemohon kredit untuk rusunami di Kelapa Gading dengan nilai kredit sebesar Rp 120 jutaan. Rusunami yang baru dibangun ini menyediakan 5000 unit dengan 15 tower. Menurut Evi. BTN menyediakan alokasi kredit sebesar Rp 10.04 triliun untuk
tahun ini. Dengan dana sebesar itu, BTN optimis mampu membiayai berbagai permintaan kredit buat perumahan. "Kantor Cabang Kelapa Gading ini baru sehari dibuka sudah masuk 400 berkas kredit pemilikan apartemen. Ini akan berlanjut terus. Mudah-mudahan cabang
ini menjadi benchmark pembiayaan rusun," kata.Evi. Pembukaan cabang baru itu juga sekaligus mengembangkan bisnis dan meningkatkan mutu layanan kepada para nasabah. Peresmian Bank BTN cabang Kelapa Gading Square ini secara simbolis langsung dilakukan oleh Walikota
Jakarta Utara HM. Effendi Ana dengan ditandatanganinya prasasti Bank BTN yang berlokasi di Komplek Ruko Kelapa Gading Square Senin 7 April 2008. Hadir dalam acara peresmian tersebut Komisaris Utama Baink BTN Dono Iskandara Djojosubroto, Wakil Direktur Utama
Bank BTN Evi Firmansyah didampingi salah satu Direkturnya, Irman Alvian Zahiruddin. "Bank BTN Kelapa Gading merupakan kantor Bank BTN dengan status cabang penuh yang ke-55 setelah kemarin baru saja kami meresmikan Bank BTN Cibubur sebagai cabang ke-54." kata
Evi Finnansyah menjelaskan. Menurut Evi sampai dengan Desember 2007 Bank BTN telah memiliki 1.507 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia. Sampai dengan Maret 2008 jaringan kantor Bank BTN telah tumbuh menjadi 1.522 unit yang terdiri dan 253 kantor
(termasuk 14 kantor unit usaha syariah), 1.269 kantor pos online dan ATM sebanyak 279 buah. Dijelaskan, pembukaan Bank BTN Kelapa Gading Square ini semata-mata untuk memenuhi tuntutan masyarakat dalam akses perbankan, disamping potensi bisnis yang berkembang
luar biasa di wilayah ini. "Semoga kehadiran Bank BTN Kelapa Gading dapat diterima sekaligus memberikan manfaat bagi perkembangan industri perbankan, khususnya industri pengadaan perumahan dan industri ikutannya. Serta tentu saja kepada seluruh masyarakat
di wilayah Jakarta Utara dalam layanan transaksi perbankan. Semakin dekat sudah pasti akan semakin mudah dan semakin cepat." tegas Evi. Berdasarkan laporan keuangan publikasi per 31 Desember 2007 (audited) kinerja Bank BTN menunjukkan hasil kerja yang sangat
baik. Hal ini dapat dilihat dengan adanya penumbuhan kinerja dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan laporan keuangan tersebut Asset, Kredit, Dana Pihak Ketiga, Laba, CAR, LDR, NPL Bank BTN masing-masing tercatat sebesar Rp 36.7 triliun. Rp 22.3 triliun. Rp
24.2 triliun. Rp 640.2 miliar, 21,9 %. 92A % dan NPL sebesar 2,8%. Sementara khusus untuk kredit perumahan yang menjadi core business Bank BTN dari target yang disiapkan sebesar Rp 10.04 Triliun setidaknya sampai dengan Maret 2008 telah terealisasi sebesar
Rp 2.3 Triliun. Sementara khusus untuk RSH pada posisi yang sama telah direalisasi sebesar Rp 835,4 miliar dengan jumlah rumah sebanyak 20.817 unit rumah. "Dengan beroperasinya Bank BTN Kelapa Gading Square sebagai cabang penuh diharapkan akan dapat memberikan
kontribusi terhadap pembangunan perumahan khususnya di wilayah Kelapa Gading yang saat ini berkembang sangat pesat," tambah Kadiv Hukum dan Hubungan Perusahaan Rinna Mona Lindyana. AUL (Rakyat Merdeka)