Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Sekuritisasi Aset BTN III Senilai Rp 750 Miliar Rampung di November 2010

Sumber: Kontan Harian, 20 Oktober 2010
26/10/2010
Dalam menggenjot laju kredit, Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan banyak aksi korporasi. Salah satu aksi korporasi itu adalah melaui program sekuritisasi aset bagi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) jilid III senilai Rp 750 miliar.
 
Dalam menggenjot laju kredit, Bank Tabungan Negara (BTN) melakukan banyak aksi korporasi. Salah satu aksi korporasi itu adalah melaui program sekuritisasi aset bagi Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) jilid III senilai Rp 750 miliar.

Bank spesialis kredit pemilikan rumah (KPR) ini sudah menyerahkan dokumien ke Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK). "Kami sedang menunggu tanggapan dari Bapepam-LK," kata Saut Pardede, Direktur Treasury BTN. Penerbitan KIK EBA III ini dijadwalkan pada semester pertama 2010.

Sekuritisasi aset ini akan efektif pada November atau sesuai target BTN. Artinya, saat itu selurah pro-ses telah selesai dan BTN telah menerima uangnya. "Saat ini, para underwritter kami sudah memasarkannya," tutur Saut. Tahun lalu, BTN telah dua kali melakukan sekuritisasi aset KPR, masing-masing sebesar Rp 111 miliar dan senilai Rp 391 miliar.

BTN akan membelanjakan dana hasil aksi korporasi ini untuk tiga hal. Pertama, sebagai sumber dana baru untuk menyalurkan kredit. Kedua, mengatasi risiko maturity mismatch atau risiko pendanaan yang muncul akibat ketidakcocokan antara tenor kredit dengan sumber dana.

Catatan saja, bank menggunakan dana jangka pendek, seperti dana pihak ketiga, untuk membiayai kredit perumahan yang berjangka waktu belasan tahun. Untuk mengatasi kesenjangan itu, bank mencari pendanaan jangka panjang dengan mensekuritisasi asetnya. Ketiga, memperbesar kapasitas BTN dalam menyalurkan KPR.

Pada KIK EBA III ini, BTN kembali menunjuk PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai arranger dan pembeli siaga. "Sekuritisasi ini mengubah aset KPR yang tidak likuid menjadi instrumen surat modal yang likuid," kata Erica Soeroto, Direktur Utama PT SMF.

Menurutnya, sekuritisasi aset BTN berbeda dengan subprime mortgage di Amerika Serikat. "Di Amerika,yang dijual adalah KPR berkualitas buruk. Mereka memberikan KPR kepada orang yang tidak memiliki penghasilan, sehingga tidak dapat membayar tagihan," jelas Erica.

Lalu, oleh bank penyalur KPR, aset-aset berkualitas buruk itu disekuritasasi dan dijual ke investor. "Kami menjual aset KPR yang baik dengan peringkat AAA. Jadi tidak mungkin terjadi subprime seperti di Amerika," tegas Erica. Steffi Indrajana

<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130