Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Semester I/2005, BTN Akan Emisi Obligasi Rp 750 Miliar

14/01/2005
 
JAKARTA - Investor Daily Indonesia : PT Bank Tabungan Negara (BTN) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar pada semester I/2005. Dan ini merupakan obligasi ketiga yang diterbitkan oleh BTN. "Tahun 2005 kalau diizinkan Pak Menteri (Meneg BUMN Sugiharto, red), kita akan terbitkan lagi (obligasi, red) Rp 750 miliar. Ya, kira-kira awal-awal semester pertama,"kata Dirut BTN Kodradi menjawab pertanyaan Investor Daily, Selasa (11/1), di Jakarta. Menurut Kodradi, obligasi yang akan diterbitkan itu menawarkan tingkat bunga 11,5%-12%. Seperti diketahui, BTN sudah dua kali menerbitkan obligasi dengan total Rp 2,25 triliun. Kodradi mengakui, saat ini, tingkat bunga KPR BTN lebih mahal dibandingkan dengan KPR bank lain. Alasannya, sebagian besar dana BTN didapatkan dari obligasi yang memiliki bunga tinggi."Bunga obligasinya sebesar 12,2% untuk yang Rp 750 miliar (obligasi senior) dan yang Rp 250 miliar, itu bunganya 12,6% karena sub ordinary (sub debt)," jelas dia. Jika dana obligasi itu dicampur (blended) dengan deposito yang memiliki tingkat bunga 7% dan tabungan yang bunganya 6%, biaya yang harus dikeluarkan BTN masih di atas 10%. "Makanya bunga (KPR) saya sekarang 13,5%. Itu sudah di leher, ketika saya masuk di sini Mei 2000, bunga KPR masih 22%," ujarnya. Selama 33 tahun bekerja di BTN, kata dia, tingkat bunga KPR saat ini sudah yang paling rendah. Dia menegaskan, selama ini yang menjadi permasalahan sebenarnya bukan tingginya tingkat bunga KPR tetapi kemampuan pembelinya. "Artinya, kalu bugnanya mau lebih rendah maka inflasinya harus harus di bawah 5%. Siapa yang bisa menjamin inflasi di bawah 5%,"ungkap Kodradi. Ketika ditanyakan apakah BTN akan mempertimbangkan merger atau pendekatan dengan bank lain, Kodradi menegaskan, karakteristik BTN berbeda dengan bank lain. "Kita ritel sekali, kredit Rp 1,7 triliun untuk 68 ribu debitor, kalau bank lain itu paling hanya satu debitor. Mungkin Rp 5 triliun untuk satu orang," lanjutnya. Pada tahun ini, BTN mengalokasikan kredit sekitar Rp 4,08 triliun. Porsinya, 90% lebih untuk perumahan dan industri perumahan. Sementara hingga akhir 2004, kredit tersalurkan mencapai Rp 12,6 triliun. Kodradi mengaku, non performing loan (NPL/kredit macet) dari BTN per 2004 (unaudited) tercatat 3,4% gross. "Kalau NPL nett-nya kecil sekali, dulu NPL 4,88%," ujar dia. (rie)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130