Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Skema Subsidi Bunga Rusun Tuntas Tahun Ini

06/09/2006
 
New Page 1 JAKARTA-Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) tengah membahas skema subsidi bunga bank bagi pengembang yang membangun rumah susun (rusun) di perkotaan. Skema final subsidi bunga ini diharapkan selesai tahun ini. Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M Yusuf Asy'ari mengatakan, langkah tersebut merupakan respons atas usulan para pengembang besar yang disampaikan dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (5/9), di Istana Wakil Presiden Jakarta. "Prinsip kami, semua saran untuk suksesnya rencana pembangunan rusun akan dipertimbangkan satelah didiskusikan dengan pihak-pihak yang terkait di pemerintahan," ujar Menpera kepada Investor Daily, di Jakarta, Selasa (6/9). Yusuf mengatakan, pembahasan mengenai subsidi bunga serta berbagai hal tentang pendanaan untuk pembangunan rusun tersebut sedang disusun oleh Deputi Pembiayaan Kemenpera. Ia mengungkapkan, untuk tahap pertama akan dibangun sekitar 10 menara dan direncanakan dibiayai PT Bank Tabungan Negara. Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Wakil Presiden, Ciputra, pendiri kelompok usaha Ciputra, menegaskan, pe ngembang hanya membutuhkan lahan, kepastian peraturan, dan suku bunga 10% untuk membangun rusun murah di Jakarta. "Kami tidak butuh yang lain. Kami butuh 10% bunga, karena tidak mungkin 15%," ujarnya. Sementara itu, Dewan Pengurus Pusat Persaruan Perusahaan Real Estat Indonesia (DPP REI) siap mendukung gagasan pemerintah untuk mengembangkan program 1.000 rusun di sejumlah kota besar di Indonesia. "Seluruh anggota REI telah mengatakan kepada saya, bahwa mereka akan mendukung program tersebut. Saya pribadi cukup optimistis program tersebut akan berhasil," kata Ketua Umum DPP REI Lukman Purnomosidi. Namun, menurut dia, pemerintah harus segera membuat ketentuan hukum yang akan menjadi landasan pelaksanaan program tersebut. "Jika tidak, akan terjadi miss match dalam penerapan di lapangan," ujar Lukman. Sejalan dengan Ciputra, ia menambahkan, pemerintah harus memberikan stimulus dan insentif jika ingin mengajak pengembang untuk ikut berpartisipasi dalam program tersebut. Stimulus dan insentif tersebut bisa perizinan, pajak, dan subsidi. (c86/her)  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130