Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Subsidi Perumahan Butuh Dana Pendamping Rp 13 T

15/12/2008
 
New Page 1 ANGGARAN subsidi perumahan untuk RSh dan rusunami melonjak menjadi Rp 2,5 triliun pada 2009 dari sebelumnya hanya Rp 800 miliar. Untuk menyalurkan subsidi itu, pemerintah butuh dana pendamping sebesar Rp 13 triliun dari perbankan.Perbankan yang siap untuk subsidi tingkat bunga itu hanya bank BTN. Namun, kapasitas bank fokus perumahan itu tidak cukup kuat dan perlu dukungan. "Kapasitas BTN yang saya dengar hanya sekitar Rp 5 triliun. Tapi, ada tambahan dari penyertaan modal dari Jamsostek Rp 1 triliun, Bapertarum Rp 2 triliun dan Rp 200 miliar dari Pemda Jambi," kata Menpera Yusuf Asyari berbicara di acara Forwapera Business Talk II bertajuk Peran Perbankan Dalam Menggerakkan Sektor Perumahan Di Tengah Krisis dan Likuiditas di Kawasan Wisata Puncak, baru-baru ini.Menpera mengatakan pemerintah masih membutuhkan dana tambahan dari perbankan seperti BNI, Mandiri, dan BRI sekitar 6-7 triliun lagi. Karena, subsidi yang diberikan untuk selisih bunga pasar. Bank dibutuhkan buat membiayai KPR-nya.Menpera menuturkan pemerintah sudah menghubungi beberapa bank seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk memenuhinya. Namun, hingga saat ini masih dalam pembicaraan. "Berdasarkan percakapan yang dilakukan BRI siap mengucurkan likuiditas untuk dana pendampingan mulai 2009. Sedangkan BNI masih dalam pembicaraan. Mudah-mudahan semuanya bersedia karena subsidi tidak bisa disalurkan tanpa dana pendamping," paparnya.Menpera menambahkan jika tidak ada bank yang berkomitmen menyalurkan likuiditas untuk kebutuhan tersebut, maka pemerintah akan memberikan konsultasi untuk menyelesaikan kendala teknis dalam pembiayaan KPR untuk RSh maupun Rusunami. Hal terpenting adalah bank harus menyerahkan proposal permohonan sebagai (bank) penyalur. "Subsidi tidak semua diserahkan kepada BTN. Kalau ada bank lain yang mengajukan permohonan sebagai penyalur, silahkan saja asalkan memenuhi verifikasi yang ditentukan," pintanya.Hal berbeda disampaikan Dirut Bank BTN Iqbal Latanro. Menurut Iqbal, BTN punya kemampuan penuh buat memenuhi kebutuhan dana pendamping sebesar Rp 13 triliun itu. "BTN sendiri sanggup kok. Likuiditas BTN cukup untuk menyediakan Rp 13 triliun itu," tegas Iqbal.Namun, kata Iqbal, BTN tetap mau bekerja sama dengan bank-bank lain untuk subsidi perumahan itu. "Akan lebih baik bagi BTN jika bank lain ikut membantu. Tapi pengalaman kami, bank-bank lain minta biaya tinggi,"ungkapnya..Iqbal menjelaskan BTN, penyaluran kredit BTN cukup meningkat dengan proyeksi pertumbuhan kredit pada tahun 2009 sekitar 10-15 persen. Namun, penyalurannya akan lebih hati-hati dan jeli melihat potensi pasar. Proyeksi pertumbuhan kredit tersebut masih bersifat sementara dan menunggu hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) di Kementerian BUMN.Kepala Divisi Pengelolaan Kredit BTN Budi Hartono menambahkan, hingga November 2008, BTN sudah menyalurkan kredit Rp 14 triliun. Selain itu, BTN juga membiayai sarusun (kyg) sebanyak 20 tower bagi 1.547 debitor dan non kyg sebanyak 7 tower bagi 915 debitor.Menurut Budi, penyaluran kredit tahun 2009 tetap prospektif yang didukung oleh berbagai indikator ekonomi yang membaik seperti pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5-6%, volume ekspor 1-2% dan laju inflasi cenderung rendah. Selain itu terjadi penurunan suku bunga acuan BI Rate yang akan menurunkan bunga kredit dan mendorong bergeraknya sektor riil. AUL (Rakyat Merdeka)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130