Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Suku Bunga Tinggi Tak Pengaruhi Kinerja BTN

14/03/2006
 
New Page 1 YOGYAKARTA - Para pengamat memprediksi, pada semester kedua tahun ini kenaikan suku bunga akan tetap terjadi karena faktor eksternal perbankan, seperti kondisi ekonomi yang belum membaik serta inflasi yang diperkirakan akan mencapai dua digit selama tahun 2006. "Meski suku bunga akan terus naik, kami estimasikan kinerja Bank BTN tidak terlalu terpengaruh, sebab kredit pemilikan rumah (KPR), baik yang subsidi maupun nonsubsidi, tetap diminati pasar," kata Direktur Utama Bank BTN, Kodradi, kepada wartawan di Yogyakarta akhir pekan lalu. Di sela-sela rapat kerja BTN se-Indonesia itu, Kodradi mengatakan, pasar kredit BTN sebagian besar di sektor perumahan, pertumbuhannya tetap stabil meskipun suku bunga naik. Dikatakan, kalau mereka menunda membeli rumah hanya karena suku bunga naik satu sampai dua persen, mereka akan lebih rugi karena, harganya kelak semakin tidak terjangkau. "Bagi masyarakat yang sulit membeli secara tunai, mereka tak akan menunda transaksi rumah meskipun suku bunga naik,"katanya. Kodradi mengingatkan, saldo debet yang berada dalam rekening saat membayar cicilan KPR, nilainya selalu lebih rendah dari harga tanah, dengan demikian sebenarnya memiliki KPR sangat menguntungkan. Karena itu, bagi pemilik uang, investasi di bidang properti, khususnya perumahan, masih tetap menjanjikan daripada uangnya ditanam dalam deposito. "Tak ada ruginya berinvestasi di bidang properti karena menurut sejarahnya, tak ada harga tanah atau rumah yang turun dari tahun ke tahun," ujar Kodradi. Diakui, daya beli memang cenderung turun dengan kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini. "Tetapi juga harus diingat, kebutuhan rumah bagi warga Indonesia masih cukup tinggi, jadi pasar KPR masih tetap membaik," katanya.Mengenai bunga BTN yang berada di kisaran 18 persen, Kodradi mengakui, angka tersebut masih tinggi, tetapi harus diingat hampir semua bank mematok bunga sebesar itu. Bahkan, ada yang mencapai 20 persen. Hal itu karena pengaruh eksternal yang tak bisa dihindari. Lebih Besar Kodradi mengatakan, kredit yang disalurkan BTN akan melebihi realisasi pada tahun anggaran 2005, yakni Rp 5,7 triliun, dengan jumlah debitor 121.698 nasabah. Ini melebihi target yang direncanakan Rp 4,08 triliun dengan jumlah debitor 99.692 nasabah. Dari jumlah itu, Rp 2,2 triliun disalurkan untuk 78.287 unit rumah sederhana sehat (RSH), atau melampaui target 75.000 unit dengan nilai Rp 1,7 triliun. Meski BTN menyatakan kinerjanya tetap membaik dalam kondisi ekonomi eksternal yang kurang kondusif, namun Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof Dr Edy Suwandi Hamid MSE mengatakan, perbankan, termasuk BTN harus tetap meningkatkan keunggulan internal, mengingat kondisi ekonomi saat ini yang masih belum menguntungkan. "Saat ini, kondisinya memang belum bagus, sebaiknya bank menajamkan spesialisasinya agar tetap bisa memperbaiki kinerja," katanya saat tampil sebagai pembicara pada Raker BTN di Yogyakarta.
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130