Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


TARGET 30 EMITEN BARU BEI

21/08/2008
 
New Page 1 Bulan-bulan Krusial Berburu "Angka 13" Tahun lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencanangkan untuk menggaet 30 emiten baru pada tahun ini. Jumlah ini berarti meningkat 8 emiten atau 36% dibandingkan perolehan emiten baru tahun 2007. Semula banyak kalangan yang menilai target BEI tersebut terlalu rendah. Namun belakangan, justru banyak yang meragukan BEI bisa mencapai target 30 emiten tersebut. Prayogo P. Harto - NERACA Bagi orang awam yang percaya tahyul, angka 13 kerap diidentikkan dengan kesialan. Namun, dalam empat bulan ke depan, "angka 13" justru menjadi buruan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Tentu saja perburuan BEI mencari "angka 13" sama sekali tak ada hubungannya dengan upaya otoritas operasional bursa ini untuk memerangi tahyul angka 13. Tetapi, karena BEI memang butuh "angka 13" untuk mewujudkan targetnya, yakni menjaring 13 perusahaan baru untuk menggenapi target 30 emiten baru, yang telah dicanangkannya pada akhir tahun lalu. Untuk informasi saja, hingga pertengahan Agustus (21/8) BEI telah menerima 17 emiten baru. Dengan demikian, BEI masih membutuhkan 13 emiten baru guna mewujudkan targetnya. Persoalannya, dengan sisa waktu tinggal 4 bulan Iebih ini, mampukah BEI menjaring 13 perusahaan baru? Apalagi, seperti yang disuarakan berbagai kalangan kondisi bursa saat ini jauh lebih buruk di bandingkan tahun lalu. Sebagai gambaran, dari sisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai indeks BEI saat ini telah terpangkas relatif tinggi dibandingkan tahun lalu. Pada akhir tahun 2007, IHSG BEI ber-ada pada level 2.739,704. Jumlah ini mengalami peningkat 51,74% dari level penutupan di tahun 2006 yaitu sebesar 1.805,523. Sementara IHSG hingga Agustus ini berkali-kali menyentuh level terendahnya sepanjang tahun 2008. Terakhir (21/8) IHSG IHSG hingga 42,650 poin (2,05%) menjadi 2.042,498 yang merupakan posisi terendah di 2008. Sebelumnya level terendah tahun ini terjadi pada 12 Agustus 2008 di posisi 2.057,579. Nah, jika dengan kondisi yang lebih kondusif saja, seperti pada tahun lalu, BEI "hanya" sukses menjaring 22 emiten, lantas, bagaimana mungkin dengan kondisi pasar yang tengah terguncang, BEI malah bisa lebih sukses? Dirut BEI Erry Firmansyah pun tak menampik jika kondisi bursa saat ini memang lebih buruk ketimbang tahun kemarin. "Tahun 2008 memang situasi bursa saham Indonesia sedang kurang bagus karena dipengaruhi kenaikan harga minyak dan sub-prime mortgage (krisis kredit perumahan) di AS," akunya, di sela-sela workshop wartawan pasar modal di Padang, Sumatera Barat, pertengahan bulan lalu Namun, Erry optimis kondisi tersebut tak akan berlang sung terus-menerus. Erry justru optimis pada semester ke- dua tahun ini, kondisi pasar modal bakal kembali membaik. Tak heran, jika Erry pun tetap merasa yakin mampu memenuhi target pencatatan saham perdana (IPO) sebanyak 30 emiten ini. Optimisme Erry ini juga didasarkan fakta bahwa hingga semester 12008 saja (dari Januari - Juni), BEI telah berhasil menarik 16 perusahaan untuk listing di bursa Artinya, dalam tempo setengah tahun ini, BEI telah sukses mencapai 50% plus 1 dari target yang diusungnya pada awal tahun lalu. Keyakinan Erry makin menebal karena sudah ada enam perusahan sudah masuk pipeline (proses) pada semester I lalu. "Artinya, dalam enam bulan ke depan atau hingga akhir tahun, BEI tinggal mencari tambahan delapan perusahaan baru," tutur Erry. Lantas, dari mana saja kedelapan perusahaan baru itu akan datang? Menurut Erry dari delapan perusahaan yang tengah diincar BEI untuk segera melakukan IPO itu, tiga di antaranya merupakan perusahaan BUMN. Sebenarnya Kementerian BUMN merencanakan 11 BUMN melakukan privatisasi pada 2008 melalui program IPO. Namun perusahaan plat merah yang benar-benar siap untuk melaksanakan IPO adalah tiga perusahan, yaitu PT Krakatau Steel, PTPN VII, dan Bank Tabungan Negara (BTN). Jika hitung-hitungan Erry tepat, berarti sebenarnya BEI cuma butuh 5 emiten baru lagi untuk merealisasikan targetnya tersebut Dengan jumlah perusahaan di Indonesia yang mencapai ribuan dalam hitungan matematika mencari 5 emiten baru pastilah tidak akan terlalu sulit. Sayangnya, berburu emiten baru bukan matematika. Apalagi keputusan perusahaan untuk melantai ke bursa atau tidak, bukan tergantung dari BEI, melainkan terkait apakah si perusahaan membutuhkan dana atau tidak. Dan kalaupun perusahaan membutuhkan dana, belum tentu IPO menjadi pilihannya, karena bisa saja mencarinya lewat alternatif lain, seperti pinjaman bank atau obligasi. Jika demikian, tampaknya BEI tinggal berharap makin banyak perusahaan yang butuh dana, sekaligus berdoa, kondisi bursa segera membaik. Dengan demikian, pasar modal pun menjadi pilihan yang lebih baik ketimbang alternatif pendanaan lain.*
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130