Eng Ind
Home > BTN Info > Info > Berita BTN > Tantangan Perbankan Syariah Indonesia

Tantangan Perbankan Syariah Indonesia

04/07/2007
BOGOR-Perbankan syariah di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan berat. Seperti produk hukum yang berlaku adalah warisan Belanda yang tidak Islami serta kesadaran masyarakat menjadi nasabah perbankan syariah belum tinggi. Tantangan lainnya adalah masih banyaknya praktik korupsi serta kendala pembiayaan kredit. Produk dan jaringan terbatas, belum menjangkau ke seluruh pelosok, sumber daya manusia minim, dan kemampuan pembiayaan minim meskipun potensinya cukup besar. "Market share aset bank syariah hanya sekitar 2 persen dari seluruh aset perbankan," kata Komite Ahli Bank Indonesia (BI) dan Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia Bogor, Muhammad Syafii Antonio, pada seminar "Menggali Potensi Dana Pembangunan Kota Bogor Berbasis Syariah," di Balaikota Bogor, Kamis (28/6). Namun, ia bersama beberapa lembaga terkait lain, telah berhasil "mensyariahkan" 14 bank umum, seperti BTN, BNI, Bank Mandiri, Bank Jabar, Bank Jateng, Bank Sumut,. Bank Kalteng, dan Bank Kaltim. Kepala Cabang Bank BTN Syariah Jakarta, Edi Setiadi mengatakan, pengembangan bank syariah dilakukan dengan melihat karakter masyarakat setempat. Kota Bogor sangat potensial untuk mengembangkan bank syariah, karena dari sekitar 855 ribu penduduk, mayoritas beragama Islam. ant