Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Target 1.000 Menara Dicapai 2011

18/03/2008
 
New Page 1 JAKARTA, KOMPAS-Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan optimistis pembangunan rumah susun sewa dan rumah susun milik bersubsidi sebanyak 1.000 menara (tower) dapat dicapai pada tahun 2011. Jika pembangunan rumah susun (rusun) sudah menjadi kebiasaan masyarakat kelas menengah ke bawah, target tersebut akan lebih mudah lagi dicapai. Wapres mengatakan hal itu seusai melakukan peninjauan ke empat lokasi pembangunan rusun di sekitar Jakarta, Sabtu (15/3) siang. Ia didampingi Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy'ary, Menteri Negara BUMN Sofyan A Djalil, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Kepala Badan Pertanahan Nasional Joyowinoto, Direktur Utama Bank Tabungan Negara Iqbal Latanro, dan Direktur Utama Perumnas Himawan Arief. Empat lokasi yang ditinjau pelaksanaan pembangunannya itu adalah Rusun Bandar Kemayoran di lahan eks Bandar Udara Kemayoran, Jakarta Pusat; Rusun Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara; Rusun Rawasari, Jakarta Timur; dan Rusun Perumnas Cengkareng, Kapuk Kamal, Jakarta Barat. "Dengan target 100 tower rusun tercapai, maka itu akan membuat tren atau kebiasaan yang kuat bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Jika tinggal di rusun itu sudah menjadi kebiasaan seperti kalangan kelas menengah ke atas, maka mudahlah membangun rusun sampai 1.000 tower lagi," kata Kalla. Menurut Wapres, sekarang ini, membangun rusun tidak terlalu sulit. "Kesulitannya tidak banyak karena dana dalam negeri cukup, kontraktor ada, pengembang juga tersedia, pengembang juga banyak. Pemerintah sudah mempersiapkan sejumlah aturan. Bahkan, peminatnya juga cukup banyak. Saya optimistis 1.000 tower dalam waktu lima tahun mendatang tercapai," lanjutnya. Wapres mengakui pihaknya ingin mengubah kebiasaan orang yang selama ini tinggal di gang-gang menjadi terbiasa tinggal di koridor rusun. "Selain lebih sehat, juga akan lebih baik lagi. Jika itu cepat terjadi, itu akan mengurangi kekumuhan di Jakarta. Kalau Jakarta sudah menjadi contoh, kota-kota lainnya akan mengikuti," papar Kalla. Batalkan sewa Untuk membangun 1.000 menara, dibutuhkan lahan luas. Oleh sebab itu, semua lahan yang dimiliki negara, yang memang peruntukannya untuk pembangunan, harus digunakan untuk lokasi pembangunan rusun. "Lahan-lahan negara yang masih disewakan harus dibatalkan untuk lokasi pembangunan. Saya sudah minta kepada direksi Angkasa Pura dan Menneg BUMN membatalkan sewa tanah di Rawasari untuk digunakan sebagai ruang terbuka hijau dan pem, bangunan rusun. Apalagi selama ini lahan yang disewa tidak digunakan," ujar Kalla. Wapres menambahkan, dengan dibangunnya 1.000 menara rusun, 50-60 persen persoalan masyarakat kota bisa diselesaikan. "Rusun akan mengatasi persoalan kota sampai 50-60 persen, seperti masalah transportasi, banjir, dan lingkungan hidup. Dengan adanya rusun yang dekat dengan tempat bekerja, seorang sopir tidak perlu mengeluarkan uang sampai 30 persen dari penghasilannya untuk kereta dari Bogor ke kota," lanjutnya. Saat memberikan sambutan seusai pemaparan pembangunan rusun di Bandar Kemayoran, Wapres memerintahkan Fauzi Bowo agar setiap hari mengontrol pelaksanaan pembangunan Rusun Bandar Kemayoran di lahan eks Bandara Kemayoran, Jakarta Pusat. "Untuk kepentingan warga DKI, tentu Gubernur harus mengontrolnya agar cepat selesai," kata Wapres. (HAR)
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130