Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Tasbihkan Diri sebagai Bank Paling Murah untuk KPR

Sumber: Indo Pos, 11 Februari 2011
11/02/2011
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menetapkan suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hingga 6,1 persen fixed satu tahun. Sebuah langkah yang terbilang fantastis.
 
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menetapkan suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) hingga 6,1 persen fixed satu tahun. Sebuah langkah yang terbilang fantastis.

KETETAPAN itu disampaikan Direktur Mortgage and Consumer Banking BTN Irman Alvian Zahiruddin. "Pameran kali ini dilakukan menyambut 61 tahun BTN. Kita memberikan suku bunga 6,1 persen secara fixed selama satu tahun," kata Irman di sela acara BTN Properti Expo, di Jakarta, Kamis (10/2).

Menurutnya, dalam acara tersebut ada 30 developer yang menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahaan (FLPP) dan 30 developer komersial. Irman mengungkapkan, pada 2011 pihaknya menargetkan pembangunan 120 ribu unit rumah dengan memanfaatkan dana FLPP. "Selama 2010 kita sudah membiayai 18 ribu unit rumah dengan nilai mencapai Rp 1 triliun lewat FLPP. Sementara 2011 ditargetkan sebanyak 120 ribu unit," ujarnya.

Ia memaparkan, target tersebut merupakan target moderat yang sudah pasti dapat dicapai BTN untuk mendukung program FLPP 2011, "Kapasitas kita yang sebenarnya jauh lebih besar. Tetapi kita save saja. Dengan 120 ribu tersebut, tentu dengan senang hati akan kita penuhi dan lampaui," tuturnya. la menegaskan tidak ingin ada koreksi-koreksi lagi.

Dengan share 97 persen, lanjutnya, untuk pembiayaan perumahan dengan program subsidi, kapasitas pembiayaan untuk 200 ribu unit sudah tersedia. "Kita targetkan 120 ribu karena Real Estate Indonesia (REI) hanya mampu menyediakan sejumlah itu," kata Irman.

Oktober tahun lalu, untuk menyediakan pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah, pemerintah, melalui Kemenpera menyediakan dana FLPP sebesar Rp 2,6 triliun, dan hanya terserap Rp 500 miliar. Menurut Irman, pameran bertajuk BTN Property Expo ini merupakan even kali pertama dilaksanakan BTN sebagai penyelenggara tunggal. Mengingat BTN sudah diakui kredibilitaanya sebagai bank yang paling dominan dalam pemberian kredit perumahan.

Ada beberapa produk-produk unggulan dalam even ini. Jika sebelumnya BTN selalu memberikan kredit bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, dalam BTN Property Expo kali ini, bank itu akan memberikan fasilitas kredit bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke atas. Selain itu paket menarik lainnya berupa paket kredit rumah beserta isinya yang terdiri dari perlengkapan furnitur dan elektronik selama 15 tahun. Inilah Expo terbesar yang pernah dilaksanakan sebuah bank. Expo tersebut digelar di atas lahan JCC sebesar 12 ribu meter persegi. "BTN targetkan akan mengumpulkan dana sampai Rp 4 triliun. Saya yakin Expo ini akan dipenuhi pengunjung, karena kebutuhan rumah di Indonesia sangat tinggi," tutur Irman.

Pendanaan pembiayaan berasal dari pemerintah dan perbankan, Pembiayaan perumahan bersubsidi sepanjang tahun ini berpotensi mencapai Rp 9,5 triliun. Pendanaan pembiayaan berasal, dari pemerintah dan perbankan. Pemerintah akan membiayai konsumen untuk mendapatkan rumah bersubsidi lewat penggunaan dana dari Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLUPPP) untuk program fasilitas likuiditas pembiayaan perubahan (FLPP) dan perbankan.

Irman menjelaskan pada 2011, pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp 5,7 triliun. Sisanya berasal dari bank berkisar Rp 3,8 triliun. Karena itu, pemerintah optimistis dapat terkumpul dana sebesar Rp 9,5 triliun untuk pembiayaan sebanyak 200 ribu unit rumah bersubsidi.

Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengungkapkan, BTN menargetkan dapat menyalurkan dana FLPP hingga akhir tahun mencapai sekitar Rp 6 triliun. Rinciannya sebanyak Rp 5,98 triliun untuk membiayai sekitar 120 ribu unit rurnah dengan sistem konvensional, Sisanya dengan sistem syariah sebesar Rp 181 miliar untuk 3.221 unit rumah. "Sebetulnya, kami bisa membiayai lebih dari 120 ribu unit, tetapi kami ingin bermain aman dengan tidak terlalu banyak. Kami berharap nilai itu bisa terlampaui sehingga nanti kami bisa ikut kembali program FLPP ini," kata Iqbal. (vit)
 
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130