Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Tenggat SPP bank mungkin diubah

06/09/2006
 
New Page 1 Oleh FAHMI ACHMAD Bisnis Indonesia JAKARTA: Bank Indonesia mengisyaratkan bakal menunda batas waktu penerapan kebijakan kepemilikan tunggal yang sedianya dimulai 2008. Akhir 2008 merupakan tenggat waktu yang diberikan bank sentral kepada para pemegang saham pengendali (PSP) untuk menentukan serta melaksanakan satu dari tiga opsi penerapan single presence policy (SPP) Budi Mulya, Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Humas BI, mengatakan kebijakan SPP belum diatur secara resmi karena sejumlah persoalan terkait penerapannya belum selesai dibahas. Ketentuan yang mengatur satu bank satu pengendali seharusnya terbit Agustus sesuai janji lalu, Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah dua bulan lalu. Apakah itu berarti rencana penerapan pada 2008 akan diubah? "Banyak faktor yang harus dipertimbangkan, yang penting nanti outcome-nya bisa optimal kepada seluruh pihak," ujar dia kemarin. Budi menolak untuk mengungkapkan hal-hal yang masih dibahas tersebut. Tapi, sejumlah persoalan yang mengganjal itu diketahui al pembahasan opsi yang harus diambil pemerintah terkait kepemilikan sahamnya di empat bank besar, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN). Hal lain yang 'dimatangkan', menyangkut sinkronisasi ketentuan perbankan dengan peraturan yang menjadi landasan hukum suatu perseroan terbatas (UU No.1/1995). Selain itu, persoalan insentif bagi bank yang melakukan merger dan konsolidasi. Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom mengatakan bank sentral tetap menerima masukan dalam kerangka penyesuaian dan pematangan konsep SPP sehingga dapat segera diimplementasikan ketika aturan formal diterbitkan.  
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130