Unida Gunakan SPP Online BTN
BOGOR-Mahasiswa Universitas Djuanda (Unida) tak perlu lagi repot dan lama mengantre di loket pembayaran SPP. Bank BTN telah rnempemudah mereka dengan menyiapkan SPP Online. Dengan begitu, mahasiswa dapat membayar SPP melalui teller, ATM, SMS Banking atau jaringan
kantor pos Indonesia yang sudah berbasis IT. Kerjasama SPP Online ini ditandatangani Bank BTN dengan Unida serta Yayasan Pusat dan Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia. Penandatanganan kerjasama itu dilakukan di Cabang Utama BTN di Jalan Pengadilan.
Sebelumnya, beberapa univeristas telah bekerjasama dengan BTN. Mereka adalah Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya dan Universitas Dipenogoro. Menurut Branch Manager BTN Kantor Cabang Bogor Harris Tulistya, pembayaran
SPP Online Unida dan Perguruan Amaliyah dengan BTN adalah bentuk pembayaran secara host to host, "Untuk menggunakan sistem ini harus ditunjang dengan SDM, fasilitas sampai kemudahan akses informasi pasca pembangunan SPP Online," kata pria yang mengaku instansi
lain seperti PLN, Telkom, Indosat, PDAM pun telah menjadi mitra Bank BTN dengan metode pembayaran secara host to host. Ia mengatakan, kerjasama dengan Yayasan Amaliyah tak akan berakhir sampai di sini. "BTN dapat menjadi mitra strategis, mulai jasa pembayaran
gaji rutin dengan Batara Payroll, Giro Batara, Kredit Tanpa Agunan atau KRING Batara dan sebagainya," terangnya. BTN, tambah dia, telah menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. BTN tercatat memiliki 209 outlet, 211 unit ATM dan kurang lebih 6.500 jaringan ATM
link serta 584 kantor layanan di kantor pos yang dapat dipergunakan dan dimanfaatkan khususnya membayar SPP Online. Sementara menurut Rektor Univeristas Djuanda dan Pembina Perguruan Yayasan Amaliyah Martin Roestamy SH MH, sudah menjadi misi universitas seoptimal
mungkin masuk ke dunia modern dan sebisa mungkin menjadi mitra perbankan. "Sekarang dunia cyber, dunia pendidikan pun tidak boleh ketinggalan," ujarnya. Namun, ia mengaku, agar tidak ketinggalan perkembangan teknologi, universitas maupun yayasan pun harus
investasi cukup besar. "Tapi, kerjasama ini adalah cita-cita universitas yang sudah lama ingin masuk ke dunia modern," katanya,