Home  |  Tentang Kami  |  Produk  |  CSR  |  Unit Usaha Syariah  |  Hubungan Investor  |  Fasilitas Lainnya

BTN News


Unit Usaha Syariah Tak Ubah Target BEP

17/11/2005
 
"Kendati kondisi moneter saat ini mempengaruhi kinerja perbankan, namun BTN syariah tidak akan merubah target breakeven point" Willy Aryati, Kepala Divisi Syariah Bank BTN JAKARTA-Unit Usaha Syariah (UUS) yang dimiliki bank-bank komersial tidak akan merubah target perolehan breakeven point (BEP), meskipun telah terjadi peningkatan inflasi dan BI rate pada 2005. Demikian diungkapkan Kepala Divisi Syariah Bank BTN Willy Aryati , Kepala Unit Usaha Syariah Bank Permata Ismi Kushartanto, dan Pemimpin Divisi Syariah Bank BNI Suhardi kepada Investor Daily, Rabu (16/11) di Jakarta. Ismi menyatakan, target pencapaian BEP Bank Permata Syariah tetap pada bulan ke-28 atau tahun kedua. Sehingga kemungkinan BEP baru akan tercapai pada tahun 2007. "Kami tidak merubah target pencapaian BEP kami, karena menurut kami inflasi yang cukup besar diiringi dengan kenaikan suku bunga hanya bersifat sementara," ujar Ismi. Ismi menegaskan, kendatipun secara keseluruhan unit usaha syariah Bank Permata masih mengalami kerugiaan Rp 4,29 miliar, namun untuk unit syariah cabang Bandung justru sudah meraih laba, sebesar Rp 113 juta. Kerugian yang dialami lebih disebabkan, banyaknya beban pusat yang harus diakomodir. Hingga akhir tahun 2005, Ismi menargetkan, kerugian Bank Permata Syariah akan meningkat menjadi Rp 5>5 miliar. Hal ini dikarenakan pada tahun 2005, -Bank Permata Syariah masih akan meningkatkan investasi, seperti investasi konsultan dan sumber daya manusia (SDM) dan mengembangkan teknologi sistim syariah. Hal yang sama dikemukakan oleh Willy Aryati. Menurut dia, kendati kondisi moneter saat ini mempengaruhi kinerja perbankan, namun BTN syariah tidak akan merubah target BEP. Bahkan dia optimistis, target pencapaian BEP akan lebih cepat dari target awal, yakni selama kurang dari tiga tahun menjadi satu tahun. "Kalau kami lihat progresnya selama ini, kayaknya tahun pertama sudah bisa mencapai BEP. Insya Allah," ujar Willy. Alasan dia, BTN Syariah sejak beroperasi telah banyak melakukan penghematan biaya-biaya. Di sisi lain, dari segi pembiayaan sangat agresif. "Kami memperkirakan, pada 2006, BTN Syariah dapat memberikan pembiayaan dua kali lipat dari Desember 2005," ujar Willy yang memperkirakan akhir tahun 2005 pembiayaan mencapai Rp 74 miliar. Lebih lanjut Willy menyatakan, sebenarnya dilihat dari operasional, pada bulan Oktober tahun 2005, Bank BTN Syariah telah mencatat laba sebesar Rp 200 juta. Hal ini terlihat dari penurunan kerugian dari Rp 1,311 miliar pada September 2005 menjadi Rp 1,1 miliar. Melihat potensi keuntungan yang cukup cepat, BTN Syariah akan terus membuka cabang lagi. Dan pada bulan ini direncanakan dapat membuka dua cabang baru, di Solo dan Malang. Berbeda dengan unit Syariah BTN dan Bank Permata, unit syariah BNI justru telah mencapai BEP sejak beberapa tahun lalu. Namun, pada September 2005, BNI Syariah mengalami penurunan laba sebesar 12,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, menjadi Rp 23,184 miliar. Suhardi menyatakan, penurunan ini disebabkan oleh kebijakan-kebijakan moneter, seperti kenaikan suku bunga dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), yang menyebabkan pembengkakan overhead. Penurunan laba juga disebabkan adanya penyewaan gedung baru dalam upaya meningkatkan jaringan. "Kami baru membuka dua cabang baru, yakni di Bogor dan Solo, selanjutnya Desember di Balikpapan. Dua cabang baru itu kan belum menghasilkan revenue, tetapi sudah menambah beban," jelas Suhardi. Hingga akhir tahun 2005, BNI Syariah menargetkan laba sebesar Rp 34 miliar. Selama tidak ada pergeseran signifikan dari keadaan moneter dan makro Indonesia, Suhardi optimistis mampu mencapai target tersebut. Untuk pembiayaan, Bank BNI Syariah menargetkan pembiayaan sebesar Rp 1,2 triliun, sedangkan hingga September 2005, Bank BNI Syariah baru memberikan pembiayaan sebesar Rp 780 miliar. Suhardi mengatakan, "Melihat kondisi saat ini, sangat berat untuk mencapai target pembiayaan. Jjika pembiayaan sudah mencapai Rp 900 miliar, kami merasa itu sudah bagus."
<< Back
Copyright © 2013 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., All Rights Reserved
Menara Bank BTN, Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta 10130