Eng Ind
Home > CSR > CSR > Sebanyak 1.100 Pekerja Bangunan Mudik Bareng BTN

Tanggal Judul
Sebanyak 1.100 Pekerja Bangunan Mudik Bareng BTN
15/09/2011

JAKARTA] Bank BTN memberikan fasilitas mudik gratis kepada 1.100 pekerja bangunan dan pekerja soal di Jabodetabek. Para pemudik itu bertujuan ke Bandar Lampung, Yogyakarta, Solo dan sejumlah daerah di Jawa Timur.
Mudik bareng ini menggunakan 20 bus. Para pemudik dilepas oleh Dirut Bank BTN, Iqbal Latanro, bersama jajaran direksi Bank  BTN dari Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (25/8).  
Iqbal mengatakan, mudik bersama ini merupakan satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BTN.  Kegiatan ini, kata dia, juga termasuk implementasi dari misi Bank BTN untuk mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.
Program ini merupakan apresiasi dan ungkapan terima kasih Bank BTN kepada mereka yang selama ini secara tidak langsung telah turut memberikan kontribusi pada bisnis Bank BTN, baik itu kredit konstruksi maupun KPR yang selama ini menjadi bisnis utama Bank BTN.
Program mudik 2011 ini merupakan yang keempat kalinya dilakukan Bank BTN. "Kami ingin memberikan share kepada para pekerja bangunan dan pekerja sosial terkait dengan bisnis Bank BTN dengan memulangkan mereka ke tempat asalnya," kata Iqbal.

Sangat Senang
Nurul (31), asal Solo, Jawa Tengah yang ikut dalam mudik bareng ini, mengatakan, ia dan suami mendengar ada acara mudik bareng dari Bank BTN dari teman kerja di suami di Tangerang. "Suami saya dengar itu, maka dia langsung daftar ikut," ujar Nurul.   
Menurutnya, kalau tidak ada mudik gratis seperti ini, dia dan suami yang buruh bangunan serta Tita (1,5) anak mereka tak bisa mudik karena tidak ada uang. "Suami hanya kuli bangunan Pak, di Tengerang tinggal di kontrakan," kata perempuan yang mengaku bekerja sebagai tukang suci ini.
Senada dikatakan Dini (29), asal Yogyakarta. Ibu dua anak ini mengaku, dengan adanya mudik gratis mereka bisa bertemu orangtua dan sana saudara di Yogyakarta. "Jelas mudik bareng ini sangat membantu bagi kami," ujar istri dari Ibnu yang bekerja sebagai tukang bangun di Jakarta Pusat itu. [E-8]