Tutup Menu
AUD 10.802,00 0,00
CNY 2.229,00 0,00
EUR 16.793,00 0,00
GBP 19.313,00 0,00
HKD 2.035,00 0,00
JPY 133,00 0,01
MYR 3.673,00 0,00
SAR 4.104,00 0,00
SGD 10.835,00 0,00
USD 14.761,00 0,00
kurs valas
Mata Uang Harga Beli Harga Jual
  • AUD 10.568,00 10.802,00
  • CNY 2.003,00 2.229,00
  • EUR 16.499,00 16.793,00
  • GBP 18.876,00 19.313,00
  • HKD 1.713,00 2.035,00
  • JPY 126,00 133,00
  • MYR 3.329,00 3.673,00
  • SAR 3.717,00 4.104,00
  • SGD 10.506,00 10.835,00
  • USD 14.586,00 14.761,00

KPR BTN BP2BT Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan

Dapatkan hunian pertama anda melalui KPR BP2BT dengan bantuan subsidi uang muka hingga Rp 32,4 Juta dari Pemerintah!

KPR BTN BP2BT

KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) adalah kredit kepemilikan rumah bersubsidi yang merupakan program kerja sama  antara Bank BTN dengan Kementerian PUPR yang diberikan bersama dengan subsidi uang muka kepada masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya.

Pembelian rumah tapak dan rumah susun Pembangunan rumah swadaya

Subsidi bantuan uang muka hingga sebesar Rp 32,4 Jt

Uang muka minimal 5%

Jangka waktu hingga 20 tahun

Bebas premi asuransi dan PPN

Jaringan kerjasama yang luas dengan developer di seluruh Indonesia

Informasi Produk KPR BTN Subsidi

  • Suku bunga 11,5% annuitas

Biaya Proses Kredit

Biaya Provisi

0.50%

Biaya Administrasi

Rp250.000,00

Informasi ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, untuk informasi lebih lengkap silakan menghubungi Kami

Syarat dan Ketentuan
  • WNI berusia 21 tahun atau telah menikah
  • Usia pemohon tidak melebihi 65 tahun pada saat kredit jatuh tempo. Khusus peserta ASABRI yang mendapatkan rekomendasi dari YKPP, usia pemohon s.d. 80 tahun pada saat kredit jatuh tempo
  • Pemohon maupun pasangan (suami/isteri) tidak memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah. Dikecualikan 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas
  • Gaji/penghasilan pokok tidak melebihi:
    • Rp 6,5 juta untuk pembelian Rumah Tapak dan Pembangunan Rumah Swadaya
    • Rp 8,5 juta untuk Rumah Sejahtera Susun
  • Mempunyai tabungan di dalam sistem bank dengan ketentuan batasan saldo dengan periode paling sedikit 6 (enam) bulan terakhir
  • Memiliki e-KTP dan terdaftar di Dukcapil
  • Memiliki NPWP dan SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai perundang-undangan yang berlaku
  • Pengembang wajib terdaftar di Kementerian PUPR
  • Spesifikasi rumah sesuai dengan peraturan pemerintah
Hak Debitur
  • Menerima kemudahan perolehan rumah melalui fasilitas sub KPR BP2BT apabila memenuhi kriteria kelompok sasaran KPR BP2BT
  • Bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan Ketentuan Peraturan Menteri Keuangan yang berlaku
  • Rumah sejahtera yang dibiayai oleh KPR BP2BT dalam kondisi siap huni sesuai dengan ketentuan KPR BP2BT yang berlaku
Kewajiban Debitur
  • Membayar angsuran KPR BP2BT secara tertib dan tepat waktu hingga jangka waktu kredit selesai/lunas
  • Menggunakan sendiri dan menghuni rumah sejahtera tapak atau satuan rumah sejahtera susun sebagai tempat tinggal
  • Memelihara rumah sejahtera dengan baik
Larangan
  • Menunggak angsuran
  • Memberikan keterangan/pernyataan/dokumen yang tidak benar atau palsu dalam pengajuan KPR BP2BT
  • Menelantarkan rumah atau tidak menghuni rumah
  • Menyewakan atau mengalihkan kepemilikan rumah dikecualikan:
    • Debitur/nasabah meninggal dunia (pewarisan)
    • Penghunian telah melampaui 5 (lima) tahun untuk rumah sejahtera tapak
    • Penghunian telah melampaui 20 (dua puluh) tahun untuk satuan rumah sejahtera susun
    • Pindah tempat tinggal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
Sanksi

Sanksi diberikan jika pemohon:

  • Memberikan data/dokumen tidak benar pada saat mengajukan permohonan KPR BP2BT
  • Tidak menempati rumah sejahtera tapak atau satuan rumah sejahtera susun secara terus-menerus dalam waktu 1 (satu) tahun
  • Berpenghasilan melebihi ketentuan batas penghasilan kelompok sasaran
  • Rumah yang dibeli melebihi batasan harga jual yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri
  • Pemohon menyewakan atau mengalihkan kepemilikan rumah
  • Pemohon pernah menerima subsidi perolehan rumah berupa pemilikan rumah dari Pemerintah, dikecualikan 2 kali untuk TNI/Polri/PNS yang pindah tugas

 

Sanksi berupa:

  • PENGHENTIAN bantuan/kemudahan KPR BP2BT
  • PENGEMBALIAN bantuan/kemudahan KPR BP2BT yang telah diterima
  • WAJIB MEMBAYAR PPN terutang sesuai peraturan perundang-undangan
Kelengkapan Dokumen
  • Kelengkapan Dokumen Pribadi

Kelengkapan

Pemohon

Formulir Pengajuan Kredit dilengkapi pas photo terbaru Pemohon & Pasangan

FC e-KTP/Kartu Identitas

FC Kartu Keluarga

FC Surat Nikah/Cerai

Dokumen penghasilan untuk pegawai:

  • Slip gaji terakhir/Surat Keterangan Penghasilan
  • Fotocopy SK Pengangkatan Pegawai Tetap/Surat Keterangan Kerja (apabila pemohon bekerja di instansi)

Dokumen penghasilan untuk wiraswasta:

  • SIUP, TDP
  • Laporan/Catatan Keuangan 3 bulan terakhir

Dokumen penghasilan untuk pekerja mandiri:

  • Fotocopy Izin praktek

Rek. Koran 3 bln terakhir

FC NPWP/SPT PPh 21

Surat pernyataan penghasilan yang ditandatangani pemohon di atas meterai dan diketahui oleh pimpinan instansi tempat bekerja atau kepala desa/lurah setempat untuk masyarakat berpenghasilan tidak tetap

Surat pernyataan tidak memiliki rumah yang diketahui instansi tempat bekerja/lurah tempat KTP diterbitkan

Surat Ket. Domisili dari Kelurahan setempat apabila tidak bertempat tinggal sesuai KTP

Surat keterangan Pindah Tugas untuk TNI/Polri/PNS yang mengajukan KPR BTN Subsidi ke dua

 

  • Persyaratan Dokumen Tambahan Untuk Pembangunan Rumah Swadaya:
    • Fotokopi sertifikat hak atas tanah atas nama Pemohon atau pasangan
    • Fotokopi izin mendirikan bangunan (IMB)
    • Surat kondisi awal tanah atau Rumah yang dilengkapi dengan foto
    • Rencana anggaran biaya (RAB)
Cara Mendaftar
  • Pemohon mencari lokasi rumah yang akan diinginkan, atau bisa mendapatkan info melalui link www.btnproperti.co.id, info di Outlet BTN, pameran property dan lain sebagainya
  • Siapkan dokumen yang lengkap
  • Berkas permohonan akan di proses oleh Bank BTN, diantaranya adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), verifikasi data, dan analisa
  • Jika permohonan disetujui, Pemohon mempersiapkan kecukupan dana di Tabungan BTN
  • Melakukan Akad Kredit
  • Dan mulai proses pencairan permohonan