Tutup Menu
USD 14.495,00 0,00
JPY 133,00
GBP 19.374,00 0,00
AUD 10.399,00 0,00
HKD 2.009,00 0,00
SGD 10.721,00 0,00
EUR 16.457,00 0,01
MYR 3.600,00 0,01
SAR 4.064,00 0,00
CNY 2.379,00 0,00
kurs valas
Mata Uang Harga Beli Harga Jual
  • USD 14.195,00 14.495,00
  • JPY 121,00 133,00
  • GBP 19.774,00 19.374,00
  • AUD 10.077,00 10.399,00
  • HKD 1.670,00 2.009,00
  • SGD 10.301,00 10.721,00
  • EUR 16.023,00 16.457,00
  • MYR 3.227,00 3.600,00
  • SAR 3.584,00 4.064,00
  • CNY 2.131,00 2.379,00

Fasilitas Pembiayaan Perumahan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Fasilitas Pembiayaan Perumahan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan yaitu Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Kredit Pemilikan Rumah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (KPR BP Jamsostek) dan Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP).

Angsuran ringan

Jangka waktu s.d 30 tahun

Fasilitas kredit KPR s.d 500 juta

Pinjaman uang muka sd 150 juta

Pinjaman renovasi perumahan s.d 200 juta

Jaringan kerjasama yang luas dengan Developer di seluruh Indonesia

Informasi ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, untuk informasi lebih lengkap silakan menghubungi Kami

Penjelasan Program

Fasilitas Pembiayaan Perumahan kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan adalah sbb:

  • Pinjaman Uang Muka Perumahan yang selanjutnya disebut PUMP adalah pinjaman yang diberikan untuk menyediakan sebagian atau seluruh uang muka perumahan
  • Kredit Pemilikan Rumah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang selanjutnya disebut KPR BP Jamsostek adalah pinjaman yang diberikan berupa kredit pemilikan rumah  tapak (KPR) atau Kredit Pemilikan rumah susun/apartemen (KPA) termasuk takeover kredit.
  • Pinjaman Renovasi Perumahan yang selanjutnya disebut PRP adalah pinjaman uang yang diberikan oleh Bank Penyalur kepada Peserta untuk menyediakan pinjaman berupa kredit renovasi rumah
Maksimal dan Jangka Waktu Pembiayaan

 

  • Maksimal PUMP adalah Rp. 150 juta (seratus lima puluh juta rupiah) dengan jangka waktu sama dengan KPR BP Jamsostek. PUMP wajib dibundling dengan KPR BP Jamsostek.
  • Maksimal KPR BP Jamsostek adalah Rp. 500 juta (lima ratus juta rupiah) dengan jangka waktu paling lama 30 (tiga puluh) tahun. KPR BP Jamsostek dapat berupa KPR pengajuan baru atau take over dari KPR BTN maupun KPR Bank lain.
  • Maksimal PRP adalah Rp. 200 juta (dua ratus juta rupiah) dengan jangka waktu paling lama 15 (lima belas) tahun.
Syarat dan Ketentuan
 i.    Persyaratan Pemohon untuk pengajuan PUMP, KPR BP Jamsostek dan PRP:
 
  • WNI minimal 21 tahun atau sudah menikah;
  • Sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan selama 1 tahun;
  • Tertib administrasi dan iuran BPJS Ketenagakerjaan;
  • Belum memiliki rumah (Rumah Pertama) bagi pemohon yang mengajukan PUMP dan KPR BP Jamsostek;
  • Telah memiliki rumah dilengkapi dengan dokumen sertifikat dan IMB atas nama pemohon maupun pasangan bagi pemohon yang mengajukan PRP;
  • Untuk pengajuan PRP, pemohon sebelumnya belum pernah mendapatkan fasilitas pembiayaan perumahan dari BPJS Ketenagakerjaan;
  • Mendapatkan Formulir Rekomendasi dari BPJS Ketenagakerjaan. Formulir Rekomendasi adalah surat yang dikeluarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan sebelum dilakukan analisa kredit yang menyatakan Pemohon layak atau tidak mendapatkan pembiayaan.  Surat tersebut belum mengikat, dibutuhkan syarat dan ketentuan yang harus dilengkapi oleh calon debitur dan calon debitur harus dilakukan analisa ulang untuk mendapatkan persetujuan kredit;
  • Apabila pemohon dan pasangan , keduanya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka yang dapat mengajukan kredit hanya salah satu saja;
  • Memiliki kemampuan (penghasilan) yang cukup sesuai perhitungan BTN;
  • Untuk memastikan kelancaran pembayaran angsuran, dapat diupayakan melalui payroll, kolektif maupun cara lainnya sesuai ketentuan Bank BTN.

 

 ii.    Persyaratan Dokumen untuk pengajuan PUMP, KPR BP Jamsostek dan PRP:
 
  • KTP (pemohon dan pasangan bagi calon debitur yang telah menikah);
  • Kartu Keluarga (KK);
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);
  • Buku atau Akta Nikah bag yang telah menikah atau Surat/Akta Cerai bagi yang telah bercerai;
  • Slip Gaji 3 bulan terakhir;
  • Surat keterangan bekerja dari perusahaan;
  • Rekening Koran tabungan payroll 3 bulan terakhir;
  • Copy sertifikat, IMB dan PBB untuk pengajuan PRP dan KPR BP Jamsostek apabila pemohon membeli rumah Second;
  • Copy kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pemohon yang mengajukan PUMP, KPR BP Jamsostek dan PRP;
  • Copy sertifikat kepesertaan bagi Developer yang mengajukan Kredit Konstruksi

 

iii.    Hal-hal lain sesuai ketentuan yang berlaku pada Bank BTN 
 

Rekomendasi Artikel

diposting: 10 July 2021

Fasilitasi Kebutuhan Layanan Perbankan saat PPKM Darurat, BTN Optimalkan Fasilitas Digital Banking

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengoptimalkan layanan digital banking, seperti mobile banking, internet banking serta ATM.

diposting: 29 October 2021

Demi Milenial, BTN Rilis Fitur Anyar KPR BTN Gaess for Millenial

Fitur Graduated Payment Mortgage (GPM) merupakan salah satu solusi untuk milenial dalam mendapatkan pembayaran angsuran di beberapa tahun pertama yang lebih ringan dengan perhitungan suku bunga kredit yang lebih kompetitif.

diposting: 30 July 2021

Kredit BTN Tumbuh di Atas Industri

Semester I/2021, Kredit BTN Tumbuh di Atas Industri
JAKARTA-Kendati masih berada di bawah tekanan pandemi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mencatatkan pertumbuhan positif pada penyaluran kredit dan pembiayaan di level 5,59% yoy ditopang laju pertumbuhan KPR Subsidi.

diposting: 19 December 2019

Aplikasi Pengajuan KPR dan KPA untuk Generasi Milenial

Bank BTN meluncurkan aplikasi khusus untuk pengajuan KPR, relaunching KPR Gaeesss bagi generasi milenial, dan menyediakan berbagai produk dana yang menyasar kaum muda. Penyaluran KPR Gaeesss telah menembus angka Rp9,3 triliun.

diposting: 18 November 2017

BANK BTN KUCURKAN Rp 155 TRILIUN PROGRAM SEJUTA RUMAH

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. konsisten mendukung program Nawa Cita yang diusung oleh Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, khususnya Program Sejuta Rumah sesuai nawacita