Ratu Belanda, Queen Máxima, selaku Advokat Khusus Sekretaris Jenderal Perserkatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Kesehatan Keuangan (“UNSGSA”/ United Nation Secretary-General's Special Advocate for Financial Health), memberikan apresiasi atas inovasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. Program ini memungkinkan masyarakat menukarkan sampah rumah tangga menjadi tabungan untuk mengurangi cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sekaligus memperkuat inklusi keuangan hijau dan mendukung pengurangan sampah nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan Queen Máxima saat meninjau kawasan Perumahan Gran Harmoni Cibitung, Bekasi, Rabu (26/11/2025). Ia menilai program ini sebagai bukti bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan ekonomi keluarga berpenghasilan rendah (MBR) dan kualitas lingkungan. BTN telah menerapkan program ini di sejumlah lokasi dan menargetkan ekspansi ke 100 titik di Pulau Jawa hingga 2026, sejalan dengan agenda ekonomi hijau pemerintah.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa sampah rumah tangga yang dipilah dapat dikonversi menjadi tabungan yang mengurangi angsuran KPR hingga 10–15% per bulan. BTN juga memperkenalkan skema pembiayaan rumah rendah emisi dan menargetkan pembangunan 150.000 unit rumah rendah emisi hingga 2029. Queen Máxima turut meninjau rumah subsidi rendah emisi, berdialog dengan para debitur, serta menyaksikan proses akad massal KPR Subsidi bagi pekerja formal dan informal.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menegaskan pentingnya kesehatan keuangan bagi para debitur, termasuk kebiasaan menabung dan memiliki dana darurat. BTN terus memperkuat edukasi literasi keuangan melalui tabungan autodebet dan inisiatif konversi sampah menjadi tabungan. Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menyebutkan bahwa kunjungan Queen Máxima menandakan besarnya perhatian global terhadap keberlanjutan pembiayaan perumahan di Indonesia, sekaligus mendorong BTN untuk terus meningkatkan edukasi keuangan bagi masyarakat.
