Sumber: Pixabay
Rumah merupakan kebutuhan paling penting yang harus dipenuhi. Terlebih bagi para gen Z atau generasi milenial yang sedang berencana untuk membangun kehidupan baru. Tak hanya itu saja, kaum milenial juga memiliki gaya hidup yang berbeda dan cenderung minimalis.
Terkait rumah, setiap orang mendambakan perumahan yang ideal. Tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil, dan besarnya cukup untuk satu keluarga atau yang baru menikah. Tentunya saat membeli rumah, ada beberapa opsi yang dapat digunakan. Mulai dari KPR atau cash.
Biasanya banyak kaum milenial yang menabung terlebih dahulu, sebelum membeli rumah. Artikel ini akan membahas terkait rumah milenial. Mulai dari ciri-ciri rumah milenial, tren dan desain, hingga langkah-langkah untuk mengajukan KPR. Simak penjelasan berikut.
Key Takeaways:
- Rumah adalah properti penting bagi siapa saja.
- Salah satu tahapan cara yang dapat digunakan untuk membeli rumah yakni KPR dan sistem cash.
- Langkah untuk mengajukan KPR yakni menyiapkan berkas yang dibutuhkan.
Rumah Milenial
Rumah untuk ditinggali bagi generasi milenial merupakan kebutuhan dasar yang disertai dengan asas kepemilikan. Namun, hal tersebut sebagai ruang atau tempat pribadi dan bukan sebagai penunjang pemenuhan aktivitas sosial.
Menurut databoks, sejauh 2024 ini kaum milenial di Indonesia berjumlah 66,82 juta populasi. Generasi milenial adalah sebutan untuk orang yang lahir pada 1980 hingga 1994. Maka dari itu, tak heran jika generasi tersebut sudah harus memikirkan untuk membeli rumah serta tidak menundanya.
Ciri-Ciri Rumah Milenial
1. Rumah Milenial Konsep Open Plan
Pada umumnya, generasi milenial menyukai konsep fleksibilitas. Yakni berbagai kegiatan dapat dilakukan di satu ruangan. Maka dari itu, kamu bisa coba menerapkan konsep open plan ini, di mana ruangan rumah tidak dipisahkan oleh dinding permanen.
Contoh ruangan yang dapat digabungkan adalah dapur, ruang makan, serta ruang keluarga. Pembagian ruangnya dilakukan berdasarkan tipe furnitur atau perbedaan tekstur pada dinding.
2. Rumah Milenial Desain Minimalis
Kaum milenial biasanya menyukai desain yang clean dan minimalis. Konsep ini banyak disukai lantaran cenderung memilih untuk membangun keluarga kecil. Penerapan desain minimalis yang bisa kamu coba adalah dengan memilih warna dominan polos yang lembut, serta furnitur berbahan kayu. Selain itu kamu juga bisa menerapkan desain vintage, disertai dengan penambahan tumbuhan hijau.
3. Rumah Pintar dengan Teknologi Canggih
Sebagai generasi multitasking, kebanyakan milenial juga mendambakan kemudahan lewat teknologi. Jadi, meskipun harus merogoh kocek lebih dalam, tidak ada salahnya kamu mencoba konsep rumah pintar (smart home).
Selain dengan memasang internet nirkabel berkecepatan tinggi, kamu juga bisa memanfaatkan teknologi furnitur berbasis kontrol smartphone, seperti lampu, pintu, atau bahkan kamera CCTV.
4. Rumah Milenial Konsep Ramah Lingkungan
Para milenial juga cenderung lebih peduli terhadap alam dan lingkungan dibandingkan generasi sebelumnya. Oleh karena itu, sudah saatnya kamu menerapkan konsep sustainable living pada desain interior rumahmu.
Caranya adalah dengan menggunakan furnitur berbahan ramah lingkungan, seperti kayu. Kurangi juga penggunaan listrik dengan memanfaatkan barang-barang hemat energi. Rumah milenial" style="color: blue; text-decoration-line: underline;">https://bit.ly/REG-E2EPROC-BTNyang satu ini memiliki konsep yang sederhana dan sejuk.
5. Rumah Milenial Desain Berkarakter
Selain karena minimalis, kamu juga pasti akan lebih betah jika di seisi rumah terdapat nuansa yang melambangkan kepribadianmu. Memiliki rumah dengan tren yang mungkin cocok oleh karakter kamu sebagai milenial, misalnya dengan mengganti lantai dengan keramik putih atau kayu. Di samping itu, kamu juga bisa memasang hiasan dinding estetik yang menggambarkan karakter kamu, seperti kata-kata motivasi atau lukisan favorit.
7. Memiliki Rumah Terletak di Pusat Kota
Para generasi milenial cenderung menginginkan rumah yang terletak di kawasan pusat kota. Jika tidak di pusat kota, alternatif lain terletak pada konsep hunian di kota satelit yang dekat dengan tol atau MRT.
Pasalnya hal tersebut dinilai dapat mempermudah aktivitas sehari-hari, seperti bekerja maupun mengantar anak ke sekolah.
Desain Rumah Minimalis Bagi Milenial
-
Rumah Minimalis Modern
Milenial cenderung menyukai hal-hal yang sederhana namun fungsional. Selain itu juga modern dengan garis-garis bersih, palet warna netral, dan penataan yang rapi menjadi pilihan favorit.
Rumah model ini menekankan pada keefisienan ruang dan minimalisasi clutter. Furnitur multifungsi dan penyimpanan terintegrasi sangat diutamakan untuk mendukung gaya hidup praktis dan modern.
-
Rumah Ramah Lingkungan (Eco Friendly Home)
Kesadaran lingkungan yang tinggi membuat milenial cenderung memilih rumah yang ramah lingkungan. Desain yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya alam seperti sinar matahari dan air hujan, penggunaan material berkelanjutan, dan sistem pengelolaan limbah yang baik menjadi pilihan. Selain itu, pemanfaatan tanaman dalam desain rumah juga menjadi aspek penting.
-
Konsep Open Space
Desain rumah impian lainnya yakni rumah dengan konsep open space, konsep ini sangat cocok bagi milenial yang suka mengadakan pertemuan sosial. Ruangan tanpa banyak sekat memungkinkan interaksi yang lebih baik dan menciptakan kesan ruangan yang lebih luas. Area seperti dapur, ruang makan, dan ruang tamu yang menyatu tanpa sekat adalah contoh aplikasi dari konsep ini.
-
Rumah dengan Ruang Kerja
Bekerja dari rumah (work from home) menjadi tren di kalangan milenial, sehingga desain rumah dengan ruang kantor menjadi sangat penting. Ruang kerja yang nyaman dan tenang dengan akses internet yang baik, pencahayaan yang cukup, dan ruangan yang terisolasi dari kebisingan menjadi kebutuhan.
-
Desain Scandinavian
Desain scandinavian terkenal dengan kesederhanaan, kefungsian, dan kehangatan. Ciri khasnya adalah penggunaan warna-warna netral seperti putih, abu-abu, dan aksen kayu. Ruang terasa terang dan lapang berkat pencahayaan alami yang maksimal.
Furnitur bergaya minimalis dengan garis bersih dan tanpa detail yang rumit. Desain ini cocok bagi milenial yang mengutamakan kepraktisan namun tetap ingin ruangan yang nyaman dan estetis.
-
Rumah dengan Smart Home System
Teknologi menjadi bagian penting dalam kehidupan milenial. Penggunaan smart home system yang memungkinkan kontrol rumah melalui smartphone menjadi fitur yang diidamkan. Sistem ini mencakup kontrol pencahayaan, suhu ruangan, keamanan rumah, hingga peralatan rumah tangga.
-
Konsep Industrial
Gaya industrial mengusung konsep unfinished look yang unik dan menarik. Elemen-elemen seperti beton ekspos, pipa terbuka, dan penggunaan logam memberikan kesan maskulin.
Ruangan bergaya industrial seringkali memiliki langit-langit tinggi, jendela besar, dan tekstur dinding yang kasar. Desain ini menarik bagi milenial yang menyukai gaya yang berbeda dan ekspresif.
Syarat Pengajuan KPR
Dilansir dari pegadaian, ada dua jenis KPR yakni subsidi dan non subsidi. Berikut syarat-syaratnya.
-
KPR Bersubsidi
- Termasuk sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) dan tinggal di Indonesia.
- Berusia minimal 21 tahun atau telah menikah.
- Bekerja atau membuka usaha minimal selama 1 tahun.
- Belum memiliki rumah pribadi sebelumnya.
- Bukan merupakan penerima subsidi kepemilikan rumah dari Pemerintah sebelumnya.
- Penghasilan maksimal Rp4 juta untuk rumah tapak dan Rp7 juta untuk rumah susun.
- Memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
- Memiliki PPH (Pajak Penghasilan).
Perlu diingat, pengajuan KPR bersubsidi hanya untuk dua profesi. Yakni karyawan dengan usia saat kredit lunas maksimal 60 tahun. Kemudian tenaga profesional dengan usia saat kredit lunas maksimal 65 tahun.
-
KPR Non-subsidi
- Merupakan WNI (Warga Negara Indonesia) dan tinggal di Indonesia.
- Usia minimal 18 tahun atau sudah menikah.
- Berstatus sebagai karyawan, pengusaha, atau tenaga profesional.
- Pengalaman kerja minimal 1 tahun, masa kerja minimal 2 tahun, untuk karyawan.
- Menggeluti bidang pekerjaan yang sama minimal 2 tahun, untuk pengusaha dan tenaga profesional.
- Usia maksimal 55 tahun untuk karyawan dan 65 tahun untuk pengusaha atau tenaga profesional ketika kredit lunas.
KPR rumah non-subsidi tersedia untuk individu dan kelompok, dokumen kelengkapan yang disiapkan pun berbeda. Berikut adalah dokumen pengajuan KPR non-subsidi untuk perorangan:
- Fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk) pemohon.
- Fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk) suami/istri.
- Fotocopy KK (Kartu Keluarga).
- Fotocopy surat nikah atau surat cerai.
- Fotocopy NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) pribadi.
- Surat keterangan penghasilan minimal 1 bulan terakhir.
- Fotocopy rekening koran.
- Surat rekomendasi dari perusahaan.
- Akta pisah harta yang dilegalisasi oleh notaris.
Di sisi lain, pemilik badan usaha yang ingin mengajukan KPR rumah non-subsidi perlu menyiapkan dokumen berikut:
- Fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk) pemohon.
- Fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk) suami/istri.
- Fotocopy KK (Kartu Keluarga).
- Fotocopy surat nikah atau cerai.
- Fotocopy NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) pribadi.
- Fotocopy SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan).
- Fotocopy akta pendirian perusahaan.
- Fotocopy rekening koran atau tabungan selama 3 bulan terakhir.
- Surat pernyataan asli tentang KPR.
Cara Mengajukan KPR
-
Tentukan Lokasi dan Tipe Rumah
Pengajuan KPR bisa untuk tipe rumah apa saja. Baik dari developer properti maupun perseorangan. Pilih lokasi yang strategis dan aman, tetapi juga sesuai dengan budget yang dimiliki. Setelah kamu yakin, kamu dapat memberikan sejumlah uang muka (down payment/DP) kepada pemilik rumah.
2. Siapkan Berkas
Ketika ingin mengajukan KPR, cara pertama yang harus diikuti adalah menyiapkan berkas yang dibutuhkan. Berkas ini terbagi menjadi dua, yaitu dokumen pribadi dan juga dokumen rumah.
Jika sudah lengkap, cara yang harus dilakukan selanjutnya adalah memberikan dokumen syarat mengajukan kepada pihak bank.
3. SLIK
Setelah menyerahkan berkas yang dibutuhkan, cara selanjutnya untuk mengajukan KPR adalah menunggu pengecekan dari pihak bank. Pihak bank akan menggunakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), dulunya disebut sebagai BI checking.
Dilansir dari CNN Indonesia, SLIK merupakan sistem informasi yang dikelola oleh OJK untuk melakukan pengawasan informasi di bidang keuangan. Tahapan ini perlu dilewati agar bank bisa mengetahui apakah kamu memiliki kualifikasi yang cukup untuk mengajukan KPR.
4. Survei
Jika pemeriksaan reputasi di bank berhasil dilewati, tahap selanjutnya adalah survei calon debitur. Pihak bank akan melakukan cross-checking mengenai kebenaran berkas yang sudah diberikan.
Tak hanya itu dalam tahapan ini, pihak bank juga akan mencari tahu lebih dalam mengenai kemampuan finansial kamu.
5. Mengevaluasi Nilai Rumah
Cara selanjutnya yang harus diikuti untuk mengajukan KPR adalah dengan mengikuti proses appraisal. Appraisal adalah penentuan nilai properti seperti perumahan, bisnis, dan lain-lain.
Proses ini biasanya dilakukan oleh pihak yang memiliki kredibilitas seputar penilaian ini. Karena menggunakan pihak ketiga, kamu harus membayar sejumlah uang, baik sebelum atau setelah appraisal dilaksanakan.
Kesimpulan
Membeli rumah mengharuskan kamu untuk memiliki persiapan, tidak hanya finansial saja tetapi dokumen dan berkas penting lainnya. Untuk itu, kamu perlu menyiapkan tabungan dengan matang. Maka dari itu, kamu perlu memiliki konsep yang matang terkait rumah masa depan.
BTN hadir untuk menjadi tempat menabung yang tepat. Bersama BTN, kami membantu kamu untuk mengelola manajemen keuangan dan menabung. Kunjungi website BTN selengkapnya dengan klik link berikut ini.